KASELA, KENDALMU.OR.ID — Aktivitas di TPA Darupono lumpuh akibat antrean panjang truk pengangkut sampah yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Puluhan kendaraan terlihat mengular menunggu giliran bongkar muatan karena pengelolaan sampah di lokasi tersebut berjalan lambat.
Kondisi itu memicu sidak Komisi C DPRD Kendal ke TPA Darupono, Senin siang (11/5/2026).
Dalam sidak tersebut, dewan menemukan minimnya alat berat dan buruknya akses jalan menjadi penyebab utama antrean kendaraan pengangkut sampah.
Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania, menegaskan persoalan di TPA Darupono sudah sangat serius dan harus segera ditangani.
“Masalah utamanya jelas, alat berat kurang, akses menuju titik bongkar rusak, dan armada pengangkut sampah juga terbatas. Ini yang membuat antrean truk terus mengular,” tegas Sisca.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan karena berdampak langsung terhadap pelayanan pengangkutan sampah di wilayah Kendal.
Bahkan, sampah di sejumlah desa mulai menumpuk lantaran armada pengangkut tertahan antre di TPA.
“Sampah ini persoalan serius dan harus jadi prioritas. Penanganannya tidak boleh lambat,” tandasnya.
Keluhan juga datang dari para sopir truk sampah. Salah satunya, Japar, yang mengaku harus menunggu lebih dari empat jam hanya untuk membongkar muatan.
“Kadang lebih parah. Pernah sampai TPA hari Selasa, baru bisa bongkar hari Kamis. Karena terlalu lama, mobil sampai ditinggal,” ujarnya.
Japar yang mengangkut sampah dari Desa Ngabean, Kecamatan Boja, mengatakan antrean panjang membuat pelayanan pengangkutan sampah di wilayahnya terganggu.
Sebab, armada pengangkut di desanya hanya satu unit sementara sampah warga terus menumpuk menunggu diangkut.
“Banyak masyarakat yang komplain karena sampah belum terangkut,” imbuhnya.
Ia berharap pemerintah segera menambah alat berat agar proses bongkar sampah lebih cepat dan antrean kendaraan tidak semakin panjang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Limbah B3, dan Pertamanan DLH Kendal, Luqni Kaharudin, mengakui pengelolaan di TPA Darupono belum maksimal akibat keterbatasan fasilitas.
“Kami punya dua alat berat, tapi yang aktif hanya satu. Ditambah kondisi jalan menuju titik pembuangan dan armada pengangkut yang masih terbatas. Itu memang menjadi kendala utama,” jelas Luqni.
DLH Kendal, lanjutnya, telah mengalokasikan anggaran tahun ini untuk memperbaiki akses jalan menuju area pembuangan sampah.
“Semoga segera bisa dieksekusi agar penanganan sampah lebih maksimal,” pungkasnya.(fur)
