SUKOREJO.KENDALMU.OR.ID. SMK Muhammadiyah 04 Sukorejo kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi berakhlak mulia melalui kegiatan parenting bertema “Bersinergi Antara Sekolah dan Orang Tua untuk Membangun Generasi Mulia.”
Kegiatan ini digelar bersamaan dengan pembagian hasil belajar semester genap untuk siswa kelas X dan XI dari semua jurusan: TKR, TSM, Akuntansi, Perbankan Syariah, RPL, dan TEI.
Bertempat di Gedung Workshop SMK, kegiatan yang berlangsung pada Kamis (19/6/2025) dihadiri oleh sekitar 562 wali murid.
Sejak pagi, para orang tua tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang tak hanya informatif tetapi juga menyentuh sisi emosional mereka sebagai pendamping utama pendidikan anak.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala SMK Muh 4 Sukorejo, Shofiq Ghorbal.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi erat antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter peserta didik.

Memasuki sesi utama, hadir Ustadz Romanto, sebagai narasumber utama dalam kegiatan parenting.
Dalam penyampaian yang komunikatif dan penuh inspirasi, beliau mengajak para orang tua hadir aktif dalam kegiatan sekolah, mendampingi anak belajar dan membiasakan berdoa, mengawasi penggunaan gawai dan pergaulan, memberikan pelukan, kasih sayang, serta waktu berkualitas, dan mengajak anak terlibat dalam kegiatan ibadah dan sosial
Lebih jauh, Ustadz Romanto mengaitkan pentingnya pendidikan keluarga dengan nilai-nilai Islam dalam Q.S. Ibrahim ayat 37, yang mencakup lima pilar utama, yakni aqidah yang lurus, ibadah yang kuat, akhlak yang baik, keterampilan hidup (life skill), dan rasa syukur yang benar dan mendalam

Ia menegaskan bahwa orang tua adalah madrasah pertama bagi anak, dan sekolah adalah mitra strategis yang tak terpisahkan.
“Sinergi antara sekolah dan rumah akan melahirkan generasi tangguh yang bukan hanya pintar, tapi juga berkarakter dan beriman,” tegas Ustadz Romanto, Kamis (19/6/2025)
Setelah sesi parenting yang penuh makna tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hasil belajar semester genap oleh wali kelas di ruang masing-masing. Momen ini menjadi ruang refleksi bersama bagi orang tua dan guru dalam menyusun langkah terbaik untuk perkembangan anak-anak tercinta.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang berhasil tak cukup hanya di ruang kelas, tapi juga membutuhkan dukungan penuh dari rumah. Ketika sekolah dan orang tua berjalan seiring, di sanalah pondasi peradaban masa depan sedang dibangun—bukan hanya mencetak lulusan, tapi membentuk generasi mulia yang siap menjawab tantangan zaman.
