KENDAL, KENDALMU.OR.ID – Ribuan alumni jamaah haji yang tergabung di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Muhammadiyah Kendal dari berbagai angkatan memadati Pendopo Kabupaten Kendal, Ahad (12/4/2026).
Momentum halal bihalal ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi panggung penegasan komitmen menjaga kemabruran haji sepanjang hayat.
Kegiatan yang diikuti alumni periode 2010 hingga 2025 itu berlangsung hangat dan penuh nuansa religius.

Para peserta datang dari berbagai daerah, membawa satu tujuan: mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menguatkan nilai-nilai spiritual pasca menunaikan rukun Islam kelima.
Sekretaris KBIHU Muhammadiyah Kendal, Ghozwatul Fikri Arfinanda, menegaskan bahwa halal bihalal ini menjadi ruang penting untuk merawat ikatan batin sekaligus refleksi perjalanan spiritual para alumni.
“Setiap jamaah punya pengalaman berbeda di Tanah Suci, terutama saat menjalankan rangkaian ibadah seperti lempar jumrah. Itu bukan sekadar ritual, tapi pengalaman spiritual yang membekas seumur hidup,” ujarnya.

Fikri menekankan, kemabruran haji harus menjadi titik balik perubahan hidup yang nyata.
“Haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual untuk membersihkan diri dan meningkatkan kualitas hidup seorang Muslim,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, jumlah alumni haji melalui KBIHU Muhammadiyah Kendal periode 2010–2025 mencapai 2.430 orang.

Sementara pada 2026, sebanyak 253 jamaah dijadwalkan berangkat pada kloter kedua.
“Ini adalah reuni alumni pertama, dan ke depan kami dorong menjadi agenda rutin untuk menjaga semangat kemabruran,” tambahnya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyambut positif kegiatan tersebut.
Ia menilai halal bihalal ini sebagai sarana memperkuat persaudaraan sekaligus syiar Islam yang menyejukkan di tengah masyarakat.
“Ini momentum penting untuk mempererat ukhuwah serta menguatkan iman dan takwa, baik bagi yang telah berhaji maupun yang akan berangkat,” katanya.

Senada, Ketua PDM Muhammadiyah Kendal, KH Ikhsan Intizam, menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan program Asyoi yang menekankan penguatan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, salat berjamaah, dan infaq.
“Reuni ini bukan sekadar temu kangen, tetapi juga sarana dakwah yang menjangkau hingga tingkat cabang, ranting, dan amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga meluncurkan program Umroh Care, layanan yang dirancang ramah bagi muslimah dan lansia guna memastikan kenyamanan dan kekhusyukan jamaah dalam menunaikan ibadah umroh secara paripurna. (fur)
