NGAMPEL, KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel menggelar pengajian rutin Ahad Pagi di Aula Kecamatan Ngampel, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari sesi konsolidasi mengenai pengelolaan zakat bersama Lazismu Kendal pada pekan sebelumnya.
Kali ini, Ketua PCM Ngampel, Ustadz Abdul Ghofur, hadir memberikan kajian mengenai urgensi Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS).
Di hadapan para anggota PCM dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), ia menegaskan bahwa kesadaran akan hak orang lain dalam setiap harta adalah fondasi utama bagi seorang Muslim.

“Dalam bahasa frontalnya, namanya *ojo dipangan kabeh* (jangan dimakan semua),” tegas Ustadz Abdul Ghofur di hadapan jamaah.
Ia mengajak para anggota untuk meruntuhkan pola pikir bahwa berinfak atau bersedekah akan mengurangi harta.
Menurutnya, logika manusia sering kali keliru dalam menghitung rezeki, sementara Allah SWT memiliki cara tersendiri untuk membalas kebaikan hamba-Nya.

Ustadz Abdul Ghofur mencontohkan keberhasilan Muhammadiyah dalam mengelola dana umat hingga mampu membangun instansi besar seperti rumah sakit dan sekolah, yang semuanya bersumber dari keberkahan ZIS.
Guna memudahkan warga untuk memulainya, ia menyarankan langkah sederhana sebagai pembiasaan diri.
“Berinfak adalah cara melatih diri. Jika belum mampu bersedekah dalam jumlah besar, mulailah dari hal kecil. Misalnya, uang kembalian belanja seribu rupiah, segera masukkan ke kencleng Lazismu,” sarannya.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin finansial dengan mengeluarkan zakat profesi sebesar 2,5 persen di awal, sebelum memenuhi kebutuhan lainnya.
Setelah sesi kajian, acara dilanjutkan dengan diskusi operasional yang dipandu oleh Hudiono, selaku perwakilan KL Lazismu Kecamatan Ngampel.

Fokus diskusi tertuju pada penguatan pengumpulan dana melalui program “kencleng” atau kaleng infaq subuh serta persiapan teknis menyambut datangnya musim qurban.
Sesi ini ditutup dengan laporan transparan mengenai kondisi keuangan PCM Ngampel yang disampaikan oleh bendahara, Ustadz Musyafak.
Melalui sinergi antara pendalaman spiritual dan diskusi teknis ini, PCM Ngampel berharap seluruh anggota semakin semangat dalam menunaikan ZIS.
Harapan besarnya, dana umat yang terhimpun dapat menjadi motor penggerak untuk mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) baru, melengkapi dua mushola yang saat ini sudah dikelola di wilayah Kebonagung dan Bojonggede. (rio)
