KENDAL, KENDALMU, OR,ID – Gelombang aksi buruh siap mengguncang Kabupaten Kendal.
Serikat pekerja memastikan akan menggelar aksi damai dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026), dengan titik utama di depan Kantor Bupati Kendal.
Aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan. Buruh membawa sederet tuntutan strategis, dari isu nasional hingga problem ketenagakerjaan lokal yang dinilai kian mendesak.

Ketua Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia Kendal, Sudarmadji, menegaskan May Day adalah panggung perjuangan, bukan perayaan simbolik.
“Dewan Buruh Kendal akan turun aksi damai untuk mendesak Pemkab menyelesaikan berbagai persoalan perburuhan,” tegasnya, Rabu (29/4/2026).

Di tingkat nasional, buruh mendesak pemerintah segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang berpihak pada pekerja.
Mereka juga menuntut penghapusan sistem outsourcing, praktik upah murah, serta menghentikan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Tak berhenti di situ, buruh juga mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset, reformasi perpajakan yang berkeadilan, hingga perlindungan menyeluruh bagi pekerja.
Termasuk di dalamnya, ratifikasi Konvensi ILO 190 terkait kekerasan di dunia kerja dan perlindungan pekerja digital.
Di level daerah, sorotan diarahkan pada penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) 2027, penghentian praktik union busting, serta kebijakan pajak kos di kawasan industri dan pendidikan yang dinilai memberatkan pekerja.

“Kami juga menolak praktik PKWT seumur hidup yang tidak memberi kepastian kerja,” tambah Sudarmadji.
Isu lain yang ikut diangkat meliputi pengawasan tenaga kerja asing (TKA) dan upaya konkret menekan angka pengangguran di Kendal.
Meski lantang bersuara, buruh menegaskan tetap mendukung investasi, dengan catatan berpihak pada tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari membuka ruang dialog, namun mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas.
“Silakan sampaikan aspirasi, tetapi tetap tertib dan patuhi aturan,” tegasnya.
Aksi May Day ini diperkirakan melibatkan berbagai elemen buruh dan menjadi barometer kuat dinamika ketenagakerjaan di salah satu kawasan industri strategis di Jawa Tengah. (fur)
