KENDAL,KENDALMU.OR.ID – Lazismu Kendal mulai mematangkan pelaksanaan Iduladha 1447 H dengan menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) yang mengonsolidasikan seluruh elemen hingga tingkat Kantor Layanan, Sabtu (25/4/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan program kurban tahun ini tidak hanya berjalan tertib, tetapi juga lebih merata dan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

Rapat yang diikuti jajaran pengurus Lazismu, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga Kantor Layanan (KL) se-Kabupaten Kendal tersebut menjadi titik awal penguatan strategi, baik dalam penghimpunan maupun distribusi kurban.
Manajer Lazismu Kendal, Aofi AN Surya Madani, mengungkapkan capaian kurban tahun 2025 yang melampaui Rp8 miliar menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Total penghimpunan tercatat sebesar Rp8.109.000.890, yang berasal dari skema kurban terikat, Tepian Negeri, dan RendangMu.

“Capaian ini lahir dari sinergi dan kolaborasi yang kuat antara Lazismu, PCM, serta dukungan penuh PDM. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti kepercayaan umat yang harus dijaga,” ujarnya.
Ia menegaskan, semangat kurban bukan hanya tentang penyembelihan, tetapi juga pemerataan dan keberpihakan.
Melalui program Tepian Negeri, Lazismu berupaya menghadirkan keadilan distribusi hingga ke wilayah terpencil, perbatasan, dan daerah yang selama ini jarang tersentuh daging kurban.

“Masih ada saudara-saudara kita yang nyaris tidak pernah merasakan daging kurban. Di situlah kurban harus hadir, sebagai bentuk kepedulian dan dakwah yang menyentuh,” tegasnya.
Ketua Lazismu Kendal, Sutiyono, menambahkan bahwa perencanaan matang menjadi kunci keberhasilan program. Ia mendorong masyarakat untuk mulai menyiapkan kurban sejak dini, termasuk melalui tabungan kurban agar pelaksanaan lebih pasti dan terukur.
“Sejak awal harus jelas jumlah hewan, panitia, hingga mustahik. Dengan data yang kuat, kurban tidak hanya tersalurkan, tapi benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sistem sentralisasi dalam pengelolaan kurban guna mengurangi ketimpangan distribusi antarwilayah.
“Shahibul kurban cukup mempercayakan kepada Lazismu. Kami akan mengelola dan menyalurkan ke daerah yang benar-benar membutuhkan. Ini bagian dari ikhtiar menghadirkan keadilan sosial,” ujarnya.
Pada Iduladha 1447 H/2026, Lazismu Kendal menargetkan penghimpunan kurban sebesar Rp8,5 miliar. Target tersebut tidak semata-mata angka, tetapi menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat dan jangkauan dakwah.
Ketua PDM Kendal, KH Ikhsan Intizam, mengapresiasi kinerja Lazismu dalam mengelola amanah umat. Ia menegaskan pentingnya inovasi yang tetap berlandaskan syariat Islam.

“Inovasi itu penting, selama tidak keluar dari koridor syariat. Justru dengan inovasi, pelayanan kepada umat bisa semakin luas dan mudah,” ungkapnya.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas majelis dan lembaga di lingkungan Muhammadiyah agar gerakan kurban semakin kuat dan terorganisir.
“Kolaborasi bukan sekadar bekerja bersama, tetapi strategi memperbesar dampak. Dengan kebersamaan, kurban bisa menjadi gerakan yang lebih hidup,” tegasnya.
Lebih dari itu, Ikhsan mengingatkan bahwa esensi kurban tidak berhenti pada jumlah hewan yang disembelih, melainkan pada dampak spiritual dan sosial yang ditimbulkan.
“Kurban adalah pintu dakwah. Yang harus bertambah bukan hanya hewannya, tetapi juga jamaahnya. Dari kurban, tumbuh kepedulian, kepercayaan, dan kedekatan umat,” pungkasnya. (fur)
