KENDALMU.OR.ID. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali menggerakkan Program Lele Sejahtera (LENTERA) di Desa Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong usaha mikro dan kecil (UMK) berbasis budidaya lele agar tidak berhenti pada aktivitas produksi, tetapi berkembang menjadi usaha yang mandiri dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui LENTERA, mahasiswa mendampingi masyarakat dalam penguatan budidaya, pengelolaan hasil panen, hingga pengembangan produk olahan. Pendampingan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
IMM Al Haytham menilai potensi lele di Pringapus cukup besar untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. Karena itu, masyarakat didorong meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sekaligus memperluas peluang pemasaran.
Program ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus membangun kolaborasi langsung bersama masyarakat. Pendekatan yang digunakan tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi mendorong warga agar mampu mengelola usaha secara mandiri setelah program pendampingan berakhir.
“Target kami bukan hanya menghasilkan lele, tetapi bagaimana masyarakat mampu menjadikan potensi tersebut sebagai usaha yang bernilai tambah dan berkelanjutan,” tegas tim PPK Ormawa IMM Al Haytham.
Pendampingan juga diarahkan pada penguatan kelembagaan kelompok usaha. Dengan pengelolaan yang lebih tertata, masyarakat diharapkan mampu menghitung biaya produksi, mengelola hasil panen, menentukan harga jual, serta menyusun strategi pemasaran.
Pengembangan produk olahan menjadi salah satu langkah penting agar lele tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar. Diversifikasi produk dinilai dapat membuka pasar baru sekaligus meningkatkan nilai jual hasil budidaya.
IMM Al Haytham menegaskan keberhasilan LENTERA tidak hanya diukur dari banyaknya produksi, tetapi dari kemampuan masyarakat mempertahankan dan mengembangkan usaha secara mandiri.
“Yang kami bangun adalah kemandirian. Ketika pendampingan selesai, masyarakat harus tetap bisa bergerak, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraannya,” tegasnya.
Wakil Rektor III Unimus Prof Eny Winaryati memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus.
“Saya bangga Tim PPK Ormawa IMM Al Haytham mampu menjalankan pemberdayaan masyarakat hingga menghasilkan berbagai luaran. Ilmu dari kampus harus menjadi bekal untuk memberdayakan masyarakat bersama mitra,” tegas Eny.
Melalui program tersebut, IMM Al Haytham berharap UMK di Desa Pringapus semakin kuat, adaptif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. (gam)
