KENDALMU.OR.ID. Usia lanjut bukan alasan untuk ragu menunaikan ibadah haji. Justru dengan persiapan matang dan memahami tuntunan ibadah, jamaah lansia dapat menjalani seluruh rangkaian haji dengan lebih nyaman dan aman.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz M. Supri dalam Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel di Aula Kecamatan Ngampel, Ahad (16/8/2026).
Pengajian diikuti anggota PCM Ngampel serta pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Dalam kajiannya, Ustadz M. Supri membagikan pengalaman berhaji pada 2026 bersama KBIH Ar Rohmah.
Ia mengulas sejumlah tahapan ibadah haji sekaligus kemudahan yang diperoleh jamaah lanjut usia.
Menurutnya, pelaksanaan ibadah harus tetap berpedoman pada tuntunan Rasulullah SAW.
Karena itu, selama menjalankan haji, dirinya menggunakan Buku Tarjih Muhammadiyah sebagai salah satu rujukan.
Ia menjelaskan, dirinya melaksanakan haji Nafar Tsani. Pada 11 hingga 13 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan mabit di Mina dan salat fardu dengan cara qashar sesuai ketentuan.
Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta pelemparan jumrah. Sebagai jamaah lansia dengan skema murur, ia memperoleh kemudahan saat berada di Muzdalifah. Setelah berhenti sejenak, jamaah dapat melanjutkan perjalanan tanpa harus bermalam.
Untuk pelemparan jumrah yang ditempuh dengan berjalan kaki, kondisi fisik juga menjadi pertimbangan. Pada beberapa prosesi, Ustadz M. Supri menitipkan pelemparan jumrah kepada jamaah yang lebih muda sesuai ketentuan.
“Jangan malu mengaku lansia. Itu penting agar tidak kecapekan dan sakit. Laksanakan haji sesuai yang dicontohkan Rasulullah,” tegasnya.
Setelah itu, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan tawaf ifadah tujuh putaran dan sa’i. KBIH Ar Rohmah turut memberikan panduan praktis untuk membantu jamaah mengingat jumlah putaran tawaf.
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak tidak menjadikan usia sebagai penghalang.
Persiapan fisik, mental, pengetahuan, dan finansial perlu dilakukan sejak dini agar ibadah haji dapat dilaksanakan secara tertib, aman, dan sesuai tuntunan. (rio)
