KENDALMU.OR.ID. Lebih dari separuh masa amanah kepemimpinan telah dilalui, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal mulai menagih progres program kerja yang telah dicanangkan.
Evaluasi menjadi sorotan dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) ke 3 Muhammadiyah Kendal, Sabtu (8/8/2026).
Musypimda diikuti oleh sekitar 125 peserta, utusan dari Anggota Pleno PCM, Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) dan Ortom daerah.
Ketua PDM Kendal, KH Ikhsan Intizam, menegaskan evaluasi tidak boleh berhenti pada laporan administratif. Setiap program yang telah dirumuskan harus benar-benar dijalankan dan memberikan manfaat bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas.
“Sudah berapa persen program kerja yang telah kita canangkan terlaksana? Adakah program yang belum terlaksana, atau bahkan sama sekali belum dilaksanakan?” tegas KH Ikhsan dalam Musypimda.
Menurutnya, pertanyaan tersebut penting disampaikan karena amanah kepemimpinan Muhammadiyah memiliki tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan secara organisasi.
Program kerja yang telah disusun harus menjadi pijakan dalam menjalankan roda persyarikatan, bukan sekadar dokumen perencanaan.
KH Ikhsan juga mengingatkan pesan KH Ahmad Dahlan tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan Muhammadiyah. Pendiri Muhammadiyah itu mewariskan persyarikatan kepada generasi penerus agar dipelihara dengan sepenuh hati dan terus dikembangkan.
“Alhamdulillah pesan KH Ahmad Dahlan masih terjaga sampai hari ini. Muhammadiyah terus berkembang, termasuk di Kendal. Perkembangannya dibuktikan melalui amal usaha, kegiatan, dan berbagai program yang terus berjalan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, KH Ikhsan juga menyampaikan rangkaian agenda organisasi Muhammadiyah yang akan berlangsung. Muktamar Muhammadiyah akan digelar di Medan, kemudian dilanjutkan Musyawarah Wilayah (Musywil), Musyawarah Daerah (Musda), Musyawarah Cabang (Musycab), hingga Musyawarah Ranting (Musyran).
“Ini harus terus berjalan secara berkesinambungan agar Muhammadiyah tetap eksis, terus berkembang, dan semakin memberikan manfaat,” katanya.
Karena itu, momentum Musypimda diharapkan menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi. Program yang telah berjalan perlu diperkuat, sedangkan program yang belum terlaksana harus segera dituntaskan.
“Jangan sampai amanah berhenti pada program kerja di atas kertas. Harus ada pelaksanaan dan manfaat nyata,” pungkasnya. (fur)
