KENDALMU.OR.ID.SD Muhammadiyah Pegandon, Kabupaten Kendal, resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 setelah berlangsung selama lima hari.
Selama kegiatan, siswa baru tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga dibekali pendidikan karakter, kemandirian, serta pengenalan berbagai ekstrakurikuler, Sabtu (18/7/2026).
Kepala SD Muhammadiyah Pegandon, Dwi Sufitri, mengatakan, MPLS tahun ini dirancang agar peserta didik kelas I mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter sejak dini.
“Selama lima hari, anak-anak dikenalkan dengan visi dan misi sekolah, kurikulum, budaya sekolah, serta mengikuti berbagai permainan edukatif yang melatih motorik halus dan kemampuan bersosialisasi,” ujarnya.
Selain itu, siswa juga dibiasakan mandiri melalui latihan memakai seragam, mengenakan sepatu, menjaga kebersihan diri, hingga menghias kelas bersama guru dan teman-teman.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SD Muhammadiyah Pegandon menerima 35 peserta didik baru yang terbagi dalam dua rombongan belajar, terdiri atas 17 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan.
“Memang ada sedikit penurunan jumlah peserta didik dibanding tahun sebelumnya, tetapi tidak signifikan, hanya beberapa siswa saja,” katanya.
Ia menjelaskan, pada hari pertama MPLS pihak sekolah melibatkan orang tua untuk mendampingi anak saat pembukaan.
Namun, mulai hari kedua hingga penutupan, seluruh siswa sudah belajar mandiri tanpa ditunggu orang tua.
“Mulai hari kedua sampai hari kelima, anak-anak sudah mandiri. Orang tua hanya mengantar dan menjemput, sedangkan selama di sekolah mereka mengikuti seluruh kegiatan sendiri,” tegasnya.
Pada acara penutupan, sekolah memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci, tari, hingga penampilan siswa berprestasi sebagai upaya memotivasi peserta didik baru mengembangkan bakat sejak dini.
Kepala sekolah berharap seluruh siswa kelas I yang telah resmi menjadi bagian dari SD Muhammadiyah Pegandon dapat tumbuh menjadi generasi religius, mandiri, dan berkemajuan.
“Harapan kami, anak-anak dapat belajar dengan semangat, mengukir prestasi bersama, serta mewujudkan visi sekolah, yaitu menjadi siswa yang religius dan berkemajuan,” pungkasnya.
Saat ini SD Muhammadiyah Pegandon memiliki 199 siswa dari kelas I hingga VI yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar.
Proses pembelajaran didukung sembilan guru kelas serta guru mata pelajaran Ismuba, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Al Islam Kemuhammadiyahan. (fur)
