KENDALMU.OR.ID – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Kendal. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal, KH. Asroi Thohir, berpulang ke rahmatullah.
Kepergian ulama kharismatik tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kalangan ulama, Nahdlatul Ulama, serta masyarakat Kendal yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pendidik, pendakwah, dan pemersatu umat.
Asroi Thohir dikenal sebagai salah satu tokoh agama berpengaruh di Kabupaten Kendal. Selama puluhan tahun, ia aktif membina umat melalui dakwah, pendidikan pesantren, hingga berbagai organisasi keagamaan. Gaya dakwahnya yang teduh dan menyejukkan membuatnya dihormati lintas kalangan.
Almarhum dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal sejak 2016 sebagai ketua antarwaktu, kemudian terpilih secara definitif pada Musyawarah Daerah MUI tahun 2017 dan kembali memimpin MUI Kendal untuk masa khidmat 2022–2027. Di bawah kepemimpinannya, MUI Kendal memperkuat pembentukan MUI tingkat kecamatan, pembinaan umat, serta penguatan dakwah moderat.
Selain menjabat Ketua MUI Kabupaten Kendal, KH. Asroi Thohir juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama dan Mustasyar PWNU Jawa Tengah.
Ia aktif menyampaikan ceramah keagamaan, menjadi narasumber berbagai forum kebangsaan, serta mengajak generasi muda menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan persatuan bangsa.
Semasa hidupnya, KH. Asroi Thohir konsisten menyuarakan pentingnya kaderisasi ulama dan penguatan akhlak generasi muda. Baginya, keberlangsungan dakwah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya majelis ilmu, tetapi juga lahirnya generasi penerus yang mampu menjaga nilai keislaman dan kebangsaan.
Kepergian KH. Asroi Thohir meninggalkan sejumlah amanah yang belum selesai, di antaranya memimpin MUI Kabupaten Kendal periode 2022–2027, membina umat melalui berbagai forum dakwah, serta mengawal program-program keagamaan dan pembinaan masyarakat di Kabupaten Kendal.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian ulama kharismatik yang selama ini dikenal sebagai figur sentral dalam pembinaan umat dan penjaga kerukunan masyarakat.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Kendal, kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Beliau masih aktif menjabat sebagai Ketua MUI dan Ketua Takmir Masjid Agung Kendal. Kami kehilangan sosok ulama yang sangat berjasa bagi kehidupan keagamaan di Kendal,” ujar Bupati Dyah Kartika Permanasari, Senin (6/7/2026).
Menurut Bupati, almarhum merupakan tokoh yang konsisten menguatkan nilai-nilai Islam yang moderat serta berperan besar dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. Dedikasi dan keteladanan KH Asroi Thohir disebut akan terus menjadi inspirasi lintas generasi.
“Pengabdian beliau dalam membina umat, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai Islam yang damai adalah warisan yang sangat berharga. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan kami semua bisa melanjutkan jejak kebaikannya,” tambahnya.
KH Asroi Thohir wafat pada Senin (6/7/2026) pukul 03.00 WIB setelah menjalani perawatan di RSUD Kendal akibat sakit. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga kalangan ulama, organisasi keagamaan, dan masyarakat luas di Kabupaten Kendal.

Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai pendidik dan pendakwah yang aktif mendorong penguatan dakwah Islam yang sejuk. Ia memimpin MUI Kendal sejak 2016, kemudian dikukuhkan secara definitif pada Musyawarah Daerah MUI 2017, dan kembali dipercaya memimpin untuk periode 2022–2027. Di bawah kepemimpinannya, MUI Kendal aktif memperluas pembentukan MUI kecamatan dan penguatan pembinaan umat.
Ketua PDM Muhammadiyah Kendal, KH Ikhsan Intizam, turut menyampaikan duka. Ia menyebut almarhum sebagai sosok sederhana dan menjadi teladan lintas organisasi.
“Beliau ulama yang ramah, menyejukkan, dan selalu memberi nasihat yang menenangkan umat. Ini kehilangan besar bagi kita semua,” ujarnya.
Menurut KH. Ikhsan Intizam, almarhum merupakan sosok ulama yang sederhana, ramah, dan memiliki dedikasi tinggi dalam membina umat. Selama hidupnya, KH. Asroi Thohir dikenal konsisten menyampaikan dakwah yang menyejukkan serta menjadi tempat bertanya dan meminta nasihat bagi masyarakat.
“Atas nama keluarga besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kendal, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH. Asroi Thohir. Beliau adalah ulama yang bersahaja, penuh keteladanan, dan selalu memberikan motivasi serta nasihat yang menyejukkan bagi umat,” ujar KH. Ikhsan Intizam.
Ia menambahkan, almarhum juga dikenal memiliki sikap moderat dan toleran sehingga dihormati oleh berbagai kalangan. Selain memimpin MUI Kabupaten Kendal, KH. Asroi Thohir juga mengemban amanah sebagai Ketua Takmir Masjid Agung Kendal dan aktif memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.
“Kepergian beliau merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Kendal. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala dosa dan khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan,” tuturnya.
Asroi Thohir mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di RSUD Kendal. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, para ulama, serta masyarakat yang selama ini mengenal sosoknya sebagai tokoh yang bijaksana, rendah hati, dan mengayomi semua kalangan.
Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, mengaku sangat kehilangan atas wafatnya KH Asro’i Tohir. Menurutnya, almarhum merupakan sosok panutan yang selama ini menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat maupun beragama.
“Kami atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Kendal menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Drs. KH. Asro’i Tohir, M.Pd.I. Beliau adalah ulama kharismatik, tokoh panutan, sekaligus teladan bagi masyarakat Kendal. Pengabdian beliau dalam membina umat, menjaga kerukunan, serta mengembangkan pendidikan Islam merupakan warisan yang sangat berharga,” katanya.
Ia berharap seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, segala pengabdian beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Sementara itu Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari juga menyampaikan bela sungkawa mendalam, mengingat almarhum adalah tokoh bertalenta lengkap.
“Beliau masih sebagai ketua MUI Kendal dan ketua takmir masjid Agung Kendal,” ujarnya.
Bupati menilai KH. Asroi Thohir semasa hidupnya berkontribusi besar terhadap kemajuan Kabupaten Kendal. “Kami mendoakan semoga almarhum mendapat balasan dari Allah dan kami akan terus meneladani kebaikan-kebaikan almarhum,” ujarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, mengaku sangat kehilangan atas wafatnya KH Asro’i Tohir. Menurutnya, almarhum merupakan sosok panutan yang selama ini menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat maupun beragama.
“Kami atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Kendal menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH. Asro’i Tohir, Beliau adalah ulama kharismatik, tokoh panutan, sekaligus teladan bagi masyarakat Kendal. Pengabdian beliau dalam membina umat, menjaga kerukunan, serta mengembangkan pendidikan Islam merupakan warisan yang sangat berharga,” katanya. (fur)
