KENDALMU.OR.ID – Universitas Muhammadiyah Kendal-Batang (UMKABA) bersama SMP Muhammadiyah 6 Kendal (Muhandal) membekali guru-guru SD dan SMP Muhammadiyah Wilayah II dengan keterampilan mengembangkan media cerita bergambar sebagai inovasi pembelajaran.
Workshop yang digelar pada akhir Juni 2026 itu menjadi upaya mendorong terciptanya proses belajar yang lebih kreatif, interaktif, dan relevan dengan karakter peserta didik di era digital.
Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Rektor III UMKABA, Utomo, sebagai narasumber utama. Selain menjabat sebagai pimpinan perguruan tinggi, ia juga merupakan Koordinator Bidang Kurikulum Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.
Dalam pemaparannya, Utomo menegaskan media cerita bergambar, seperti komik edukatif dan buku ilustrasi, tidak lagi dipandang sebagai pelengkap pembelajaran, melainkan bagian penting dari strategi pedagogis modern yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
“Pemanfaatan cerita bergambar merupakan sarana pedagogis strategis yang mengintegrasikan narasi emosional, kognisi visual, dan aktivitas aktif. Guru harus mampu memanfaatkan media ini agar pembelajaran lebih hidup, mudah dipahami, dan mampu membangun keterlibatan siswa secara optimal,” tegas Utomo.
Menurutnya, perpaduan narasi dan visual mampu membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam sekaligus meningkatkan daya ingat terhadap materi yang dipelajari.
Pendekatan tersebut juga memberikan ruang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, komunikatif, dan menyenangkan.
Selama workshop, peserta tidak hanya memperoleh materi konseptual mengenai penyusunan media cerita bergambar, tetapi juga mengikuti sesi praktik menyusun komik edukatif dan buku ilustrasi yang dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
Melalui kegiatan tersebut, para guru didorong menghasilkan bahan ajar yang mampu merangsang kreativitas, daya imajinasi, kemampuan bernalar, serta berpikir kritis peserta didik.
Utomo berharap inovasi pembelajaran berbasis cerita bergambar terus dikembangkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagai bagian dari transformasi pendidikan.
“Guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Guru juga harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan tantangan abad ke-21. Inovasi pembelajaran harus dimulai dari ruang kelas,” tandasnya.
Melalui workshop ini, UMKABA dan SMP Muhammadiyah 6 Kendal berharap lahir lebih banyak guru inovatif yang mampu menghadirkan media pembelajaran kreatif sehingga kualitas pembelajaran di sekolah Muhammadiyah terus meningkat. (reza)
