KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi di Aula Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Ahad (5/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti pengurus PCM, anggota Muhammadiyah, serta pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dengan menghadirkan Ustadz Sugiyono sebagai pemateri.
Dalam kajiannya, Ustadz Sugiyono mengangkat tema pentingnya shalat berjamaah di masjid bagi kaum laki-laki Muslim.
Ia menilai, di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, masih banyak umat Islam yang belum menjadikan shalat berjamaah sebagai kebiasaan dan prioritas.
Mengawali penyampaian materi, ia melontarkan pertanyaan kepada jamaah mengenai pilihan melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau shalat di rumah bersama keluarga.
Pertanyaan tersebut menjadi pengantar untuk mengajak peserta memahami pentingnya memakmurkan masjid sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam.
Ustadz Sugiyono menjelaskan adanya perbedaan pandangan ulama mengenai hukum shalat berjamaah di masjid. Menurutnya, Mazhab Syafi’i menetapkan hukumnya fardu kifayah, Mazhab Hanafi dan Maliki memandangnya sebagai sunnah muakkadah, sedangkan Mazhab Hambali berpendapat hukumnya fardu ain bagi laki-laki.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh pendapat tersebut sama-sama mendorong umat Islam agar bersemangat menghadiri shalat berjamaah di masjid.
“Apa pun perbedaan pendapat ulama, laki-laki Muslim hendaknya berusaha memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah, bukan mencari alasan untuk meninggalkannya,” tegas Ustadz Sugiyono.
Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW tentang keinginan beliau memberi peringatan keras kepada orang yang sengaja meninggalkan shalat berjamaah.
Namun, menurutnya, hadis tersebut tidak menunjukkan bahwa Rasulullah benar-benar pernah membakar rumah seseorang.
“Muhammadiyah tidak membawa kayu bakar untuk membakar rumah orang. Hadis itu menunjukkan betapa besarnya perhatian Rasulullah terhadap shalat berjamaah,” ujarnya.
Menurutnya, shalat berjamaah di masjid memiliki banyak keutamaan, di antaranya memperoleh doa para malaikat, diampuni dosa, diangkat derajatnya oleh Allah SWT, menjalankan sunnah Rasulullah SAW, serta memperoleh pahala sebagai orang yang memakmurkan masjid.
Menjelang akhir kajian, Ustadz Sugiyono menampilkan foto-foto lansia dan penyandang disabilitas yang tetap bersemangat datang ke masjid.
Ia berharap semangat tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh jamaah untuk istiqamah memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah dalam kehidupan sehari-hari. (rio)
