KENDALMU.OR.ID – Ketua Badan Pembina Harian (BPH) RSI 2 Muhammadiyah Kendal, Agus Budi Utomo, menegaskan bahwa rumah sakit Muhammadiyah tidak hanya berfungsi memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mengemban misi sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga dakwah Islam.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada peringatan Milad ke-1 RSI 2 Muhammadiyah Kendal, Selasa (30/6/2026).
Menurut Agus, keberadaan rumah sakit Muhammadiyah merupakan buah dari perjalanan panjang Persyarikatan Muhammadiyah dalam mengabdi kepada masyarakat.
Rumah sakit pertama Muhammadiyah berdiri pada 15 Februari 1923, dan hingga kini Muhammadiyah bersama ‘Aisyiyah telah mengelola sekitar 154 rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini bukan perjalanan yang singkat. Selama lebih dari satu abad Muhammadiyah terus membangun pelayanan kesehatan sebagai bentuk pengabdian kepada umat dan bangsa,” ujarnya.
Ia mengatakan, meningkatnya jumlah pasien yang datang ke RSI 2 Muhammadiyah Kendal bukan berarti menjadi kebanggaan karena semakin banyak orang yang sakit. Sebaliknya, hal itu menjadi tanda meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan rumah sakit.
“Kami bersyukur bukan karena banyak orang sakit, tetapi karena semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pelayanan kesehatannya kepada rumah sakit Muhammadiyah. Kepercayaan itu harus kami jawab dengan pelayanan yang semakin baik,” tegasnya.
Agus menjelaskan, RSI 2 Muhammadiyah Kendal dibangun untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Kendal, sehingga warga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis.
Selain pelayanan kesehatan, rumah sakit Muhammadiyah juga menjalankan fungsi sosial melalui berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat kurang mampu dengan dukungan Lazismu dan kegiatan filantropi lainnya.
Tak hanya itu, RSI 2 Muhammadiyah Kendal juga aktif melakukan edukasi kesehatan melalui penyuluhan di sekolah, desa, maupun komunitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Agus menambahkan, salah satu ciri khas rumah sakit Muhammadiyah adalah menjalankan fungsi dakwah Islam dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada pasien.
“Rumah sakit Muhammadiyah tidak sekadar mengobati penyakit. Kami juga berupaya mendampingi pasien secara spiritual agar tetap berada dalam tuntunan Islam hingga akhir hayat. Pendampingan rohani menjadi bagian penting dalam menjaga akidah umat,” katanya.
Menurutnya, pelayanan spiritual tersebut merupakan implementasi dari cita-cita Muhammadiyah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, tidak hanya menyembuhkan fisik, tetapi juga memberikan ketenangan batin bagi pasien dan keluarganya.
“Karena itu, RSI Muhammadiyah hadir bukan hanya sebagai tempat berobat, tetapi juga sebagai sarana pelayanan kemanusiaan dan dakwah yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” pungkas Agus. (fur)
