KENDALMU.OR.ID – Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi ancaman narkotika yang kini berkembang semakin kompleks.
Peredaran narkoba tidak lagi mengandalkan jalur konvensional, tetapi telah memanfaatkan ruang digital, dark web, hingga munculnya berbagai jenis New Psychoactive Substances (NPS).
Dalam upacara HANI 2026 di Alun-alun Kendal, Senin (29/6/2026), Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, membacakan amanat Kepala BNN RI.
Ia menegaskan tema global UNODC, World Drug Problem: Persistent Issues, New Challenges, Innovative Responses, menjadi pengingat bahwa seluruh negara harus merespons ancaman baru dengan strategi inovatif berbasis bukti ilmiah.
“Ancaman narkotika berkembang semakin cepat, masif, dan memanfaatkan teknologi digital. Karena itu, kita dituntut menghadirkan strategi yang inovatif dan berbasis bukti ilmiah,” tegas Benny.
Data UNODC mencatat penyalahguna narkoba di dunia mencapai 296 juta orang, meningkat 23 persen dibandingkan 2011.
Sementara di Indonesia, survei BPS, BRIN, dan BNN periode 2023–2025 menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,1 juta penduduk usia produktif.
Benny mengungkapkan ancaman kini menyasar gaya hidup generasi muda melalui cairan rokok elektrik atau vape. Dari 340 sampel yang diuji, ditemukan kandungan cannabinoid sintetis, metamfetamina, dan etomidate.
Pemerintah pun telah menetapkan etomidate sebagai Narkotika Golongan II serta mengatur 177 jenis NPS untuk mempersempit ruang peredaran narkoba.
Kepala BNN Kabupaten Kendal, Anna Setyawati, mengatakan pihaknya telah memperkuat pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan, hingga rehabilitasi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Salah satu program unggulan tahun ini adalah Battle of Mahabarata, ajang edukasi bagi anggota Pramuka dari 20 pangkalan tingkat SMA se-Kabupaten Kendal untuk membangun keberanian menolak narkoba dan memperkuat karakter remaja.
“Perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan sendiri. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci melindungi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Anna.
Rangkaian HANI 2026 di Kendal juga diisi kampanye publik, pemasangan spanduk, perkemahan Pramuka Saka Anti Narkoba, dan malam renungan api unggun yang dihadiri Bupati Kendal sebagai simbol penguatan komitmen bersama melawan penyalahgunaan narkotika. (fur)
