KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi di Aula Kecamatan Ngampel, Ahad (28/6/2026).
Kegiatan yang diikuti anggota PCM dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tersebut menghadirkan Ustadz Abdul Hakim Almawlawy dengan materi bertajuk Ilmu Sanad, sebagai bekal memahami keaslian hadis di tengah maraknya penyebaran riwayat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kajiannya, Ustadz Abdul Hakim menjelaskan bahwa masih banyak hadis lemah bahkan hadis palsu yang beredar di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut menuntut umat Islam memiliki pemahaman tentang ilmu sanad agar mampu membedakan hadis yang sahih dengan riwayat yang tidak valid.
Menurutnya, sanad merupakan rangkaian para perawi yang menyampaikan hadis secara bersambung hingga Rasulullah SAW. Keberadaan sanad menjadi pilar utama dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dari berbagai bentuk penyimpangan.
“Sanad adalah benteng agama. Tanpa sanad, siapa pun bisa berbicara atas nama agama sesuai kepentingannya sendiri,” tegas Abdul Hakim.
Ia mengutip pernyataan ulama besar Abdullah bin Mubarak yang menyebut sanad sebagai bagian dari agama.
Tanpa sanad, kata dia, setiap orang dapat menyampaikan ajaran agama tanpa dasar yang jelas. Hal itu juga sejalan dengan sabda Rasulullah SAW yang memperingatkan keras siapa saja yang berdusta atas nama beliau.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hakim memaparkan lima syarat hadis sahih, yakni perawinya bersifat adil, memiliki hafalan yang kuat (dhabith), sanadnya bersambung, tidak mengandung kejanggalan (syadz), serta terbebas dari cacat tersembunyi (‘illat).
Ia juga menjelaskan tingkatan hadis, mulai dari hadis sahih, hasan, dhaif, hingga maudhu atau hadis palsu.
Selain itu, jamaah memperoleh penjelasan mengenai hadis qudsi, yaitu hadis yang maknanya berasal dari Allah SWT, sedangkan lafaznya disampaikan oleh Rasulullah SAW, sehingga memiliki kedudukan berbeda dengan Al-Qur’an.
Menutup kajian, Abdul Hakim mengingatkan pentingnya sikap kritis dalam menerima hadis yang beredar, terutama melalui media digital.
“Warga Muhammadiyah harus cermat meneliti sumber hadis dan berpegang pada Putusan Tarjih Muhammadiyah yang telah dikaji secara ilmiah. Jangan mudah mengamalkan riwayat yang belum jelas keabsahannya,” pesannya.
Melalui pengajian rutin tersebut, PCM Ngampel berharap jamaah semakin memahami pentingnya ilmu sanad, bersikap selektif terhadap informasi keagamaan, serta mengamalkan ajaran Islam berdasarkan dalil yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan. (rio)
