KENDALMU.OR.ID — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kendal kembali menunjukkan konsistensinya dalam pelayanan sosial-keagamaan dengan menggelar program Khitan Ceria yang diikuti 202 anak dari berbagai wilayah Kabupaten Kendal dan melibatkan 116 tenaga medis, Ahad (21/6/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di lima rumah sakit, yakni RSU Muhammadiyah Darul Istiqomah Kaliwungu, Klinik Pratama Weleri, RS PKU Muhammadiyah Boja, RSA PKU Aisyiyah Truko Kangkung, dan RSI 2 Patean.
Program Khitan Ceria menjadi salah satu wujud nyata pengabdian Muhammadiyah kepada masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah dalam rangka menjalankan sunnah para nabi, tetapi juga mengandung nilai penting dalam aspek kebersihan, kesehatan, serta pendidikan keagamaan bagi anak-anak Muslim sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Lazismu Kendal berupaya menghadirkan layanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama keluarga kurang mampu.
Di tengah ratusan peserta, salah satu yang mencuri perhatian adalah M. Rasyid El Rafif (10). Sebelum menjalani proses khitan, Rafif mengaku sempat diliputi rasa takut dan keraguan. Dalam hatinya ia bergumam, “Kalau tidak khitan sekarang, lantas kapan lagi,” sebuah pertanyaan sederhana yang mencerminkan pergulatan antara rasa takut dan keberanian kecil dalam dirinya.
Meski masih dibayangi cerita-cerita yang menggambarkan khitan sebagai proses yang menyakitkan, Rafif akhirnya memantapkan diri.

Ia menuruti nasihat kedua orang tuanya, perlahan mengumpulkan keberanian, hingga akhirnya mantap mengikuti Khitan Ceria Lazismu Kendal bersama peserta lainnya.
Dengan wajah yang sempat tegang namun tetap berusaha tersenyum, Rafif menjalani proses khitan hingga selesai.
Ketegangan yang awalnya membayangi perlahan berubah menjadi kelegaan setelah seluruh proses berjalan lancar.
Usai tindakan selesai, Rafif justru tersenyum lepas sambil melontarkan komentar polos yang mengundang tawa, “Ternyata cuma ditakut-takutin, nggak separah yang dibayangkan!” Ucapan sederhana itu menjadi gambaran perubahan rasa takut menjadi keberanian yang ia alami.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi pelaksanaan program tersebut yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki dampak sosial yang nyata dan perlu terus dikembangkan.
“Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini sangat membantu dan meringankan beban para orang tua,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, KH Ikhsan Intizam, menegaskan bahwa Khitan Ceria merupakan bagian dari gerakan dakwah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia juga menyebut program ini telah memasuki penyelenggaraan kelima dan akan terus diperluas.
“Insyaallah program ini akan terus berlanjut dan bahkan kami dorong menjadi program tingkat nasional melalui Lazismu Nasional,” tegasnya.
Di sisi layanan kesehatan, PLh RSU Muhammadiyah Darul Istiqomah Kaliwungu, Miftakhul Izzah, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan pelayanan medis profesional dengan fasilitas ruang perawatan privat serta dukungan 14 tenaga kesehatan untuk 57 peserta di rumah sakit tersebut.
Selain khitan gratis, peserta juga mendapatkan perlengkapan sekolah, uang saku Rp150 ribu, suvenir, perlengkapan ibadah, serta layanan kontrol hingga sembuh.
Rumah sakit juga terus mengembangkan layanan spesialis dan bahkan telah melayani pasien dari luar negeri dengan dukungan tiga bahasa layanan Bahasa Indonesia, Inggris hingga Mandarin.
Dengan kolaborasi antara lembaga sosial, tenaga medis, dan pemerintah daerah, Khitan Ceria Lazismu Kendal tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga ruang tumbuhnya nilai ibadah, kesehatan, dan harapan bagi masa depan anak-anak di Kabupaten Kendal. (fur)
