KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel menggelar Pengajian Ahad Pagi di Aula Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Ahad (21/6/2026).
Kegiatan yang diikuti anggota PCM serta pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) itu membahas keutamaan puasa Asyura, puasa Tasu’a, sekaligus adab makan dan minum dalam Islam.
Pengajian menghadirkan Ustadz Adi Ismanto sebagai pemateri.
Dalam kajiannya, ia mengingatkan jamaah agar tidak mudah mempercayai berbagai mitos yang berkembang di masyarakat terkait bulan Muharram.

Salah satunya anggapan bahwa Muharram merupakan bulan yang tidak baik untuk melaksanakan pernikahan maupun khitanan.
Menurutnya, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dalam syariat Islam dan hanya berkembang sebagai tradisi turun-temurun di sebagian masyarakat.
“Jangan mudah mempercayai mitos yang tidak memiliki landasan syariat. Muharram adalah bulan mulia dalam Islam, bukan bulan yang harus ditakuti,” tegas Adi di hadapan jamaah.
Memasuki materi utama, Adi menjelaskan bahwa berdasarkan pandangan Tarjih Muhammadiyah dan hadis sahih, puasa Asyura yang dilaksanakan pada 10 Muharram hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan bagi umat Islam.
Ia menerangkan, puasa tersebut telah dikenal sejak masa Nabi Ibrahim AS dan tetap dilaksanakan pada masa Rasulullah SAW.
Selain itu, puasa Tasu’a pada 9 Muharram juga dianjurkan sebagai pelengkap puasa Asyura sekaligus pembeda dengan tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi.

“Puasa Asyura dan Tasu’a merupakan amalan sunnah yang memiliki dasar kuat dalam hadis. Ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan meneladani ajaran Rasulullah SAW,” ujarnya.
Dalam sesi berikutnya, Adi membahas adab makan dan minum berdasarkan Putusan Tarjih Muhammadiyah.
Ia menjelaskan sejumlah perilaku yang sebaiknya dihindari, seperti makan atau minum sambil berdiri, meniup makanan yang masih panas, minum langsung dari teko atau botol, serta menggunakan peralatan makan dari emas dan perak.
“Makruh bukan berarti boleh dilakukan seenaknya. Hindari perbuatan tersebut kecuali dalam kondisi darurat,” katanya.
Melalui pengajian ini, PCM Ngampel berharap jamaah semakin memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadis, menjauhi keyakinan yang tidak berdasar, serta membiasakan adab dan amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.(rio)
