KENDAL, KENDALMU.OR.ID – Intensitas hujan dengan kategori sedang hingga lebat diperkirakan masih akan berlangsung hingga 21 Januari 2026.
Untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, BPBD Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca, Jum’at (16/1/2026) di wilayah Pantura Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kendal, berdasarkan laporan dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Seksi Pusdalops BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan hingga saat ini status kebencanaan di Kabupaten Kendal masih berada pada level siaga.
Menurutnya, belum ada peningkatan status menjadi tanggap darurat karena dampak bencana yang terjadi dinilai belum mengganggu secara signifikan kehidupan dan penghidupan masyarakat.
Iwan menjelelaskan, bencana hidrometeorologi berupa banjir, genangan, pohon tumbang, dan longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Kamis (15/1/2026).
“Dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Kendal, Ngampel, Plantungan, dan Pegandon, dengan puluhan rukun tetangga (RT) dilaporkan tergenang air,” ujarnya.
Menurutnya, di Kecamatan Kendal, banjir merendam sedikitnya 10 RT di Kelurahan Trompo dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Genangan juga masuk ke SDN 1 Trompo setinggi 5–15 sentimeter. Selain itu, sebuah pohon trembesi berdiameter sekitar 80–100 sentimeter tumbang dan menutup aliran Sungai Kendal.
Masih di kecamatan yang sama, banjir juga terjadi di Kelurahan Kebondalem, Sijeruk, Kalibuntuwetan, Pegulon, Pekauman, Patukangan, Langenharjo, Ngilir, dan Balok. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter, merendam permukiman warga, sejumlah ruas jalan utama, kantor kelurahan, fasilitas pendidikan, hingga tempat pembuangan sementara (TPS)
“Di Kecamatan Ngampel, banjir merendam tiga RT di Desa Ngampelkulon dan dua RT di Desa Banyuurip dengan ketinggian air mencapai 15–25 sentimeter. Sementara itu, di Kecamatan Plantungan, talud pada ruas jalan Plantungan–Blumah dilaporkan longsor dan berpotensi mengganggu akses transportasi warga,” imbuhnya.
Adapun di Kecamatan Pegandon, tepatnya di Desa Karangmulyo, sebuah pohon kecacil berdiameter sekitar 180 sentimeter roboh dan menutup badan jalan serta pagar pemakaman, sehingga menghambat arus lalu lintas sementara waktu.
Hingga Kamis sore, petugas terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak, termasuk pembersihan material pohon tumbang dan pendataan dampak kerugian akibat bencana. (fur)
