BANDUNGAN. KENDALMU.OR.ID. Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) ke-II Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal resmi ditutup pada Ahad siang (27/7/2025) dalam suasana khidmat dan penuh syukur.
Bertempat di salah satu hotel di kawasan sejuk Bandungan, Ketua PDM Kendal, KH. Ikhsan Intizam, menyampaikan rasa bahagianya atas kelancaran dan ketepatan waktu pelaksanaan Musypimda yang digelar selama dua hari, Sabtu–Ahad (26–27/7/2025).
“Alhamdulillah, Musypimda ke-II ini berlangsung lancar, tepat waktu, dan insya Allah membawa berkah serta manfaat bagi gerakan dakwah kita ke depan,” ucapnya dalam sambutan penutupan.
Dengan suara yang bergetar oleh keharuan, KH. Ikhsan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta Musypimda.
Ia menyebut perjuangan dan pengorbanan seluruh peserta Musypimda sebagai amal yang tidak akan sia-sia di hadapan Allah SWT.
“Allah menyaksikan setiap langkah, dan para malaikat mencatat setiap tetes keringat. Semoga semua ini diganjar dengan pahala berlipat, dan menjadi bagian dari tabungan akhirat kita,” ungkapnya tulus.
Lebih lanjut, KH. Ikhsan juga mengapresiasi gagasan-gagasan besar yang lahir dari forum tersebut. Ia berharap seluruh cita-cita dan keputusan yang dirumuskan dalam Musypimda mendapat ridha dan ijabah dari Allah SWT.
“Atas nama PDM Kendal, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pikiran, waktu, dan energi yang dicurahkan seluruh peserta. Semoga segala yang kita rumuskan hari ini menjadi bagian dari jalan panjang menuju Muhammadiyah yang lebih profesional, maju, dan modern,” ujarnya mantap.
Salah satu poin penting yang disinggung dalam sambutannya adalah penguatan sinergi program beasiswa Sang Surya dari Lazismu Kendal dengan peran kader di tingkat cabang dan ranting.

Ia mendorong agar para mahasiswa penerima beasiswa diberdayakan menjadi kader full-timer yang dapat membantu menghidupkan roda organisasi Muhammadiyah di ranting dan cabangnya masing-masing.
“Mahasiswa yang menerima beasiswa Lazismu itu jangan hanya menjadi penerima manfaat pasif. Minimal, mereka harus ikut ‘ngopeni’ organisasi, menjadi kekuatan riil yang menghidupkan gerakan,” tegasnya.
Ikhsan juga menekankan pentingnya komunikasi aktif antara PCM dengan Lazismu untuk mengawal para penerima beasiswa agar tidak “menghilang” setelah meraih manfaat.
“Jangan sampai menerima beasiswa sampai lulus lalu tak terdengar kabarnya. Kita harus pastikan mereka tumbuh menjadi kader militan, bukan hanya alumni beasiswa,” katanya mengingatkan.
Di sisi lain, ia menegaskan kembali prinsip organisasi Muhammadiyah yang tumbuh dari bawah, dari akar rumput, dan berkembang dengan semangat kemandirian. Karena itu, subsidi dari PDM bersifat stimulan, bukan utama, untuk mendorong sinergi antara ranting, cabang, Ortom dan UPP Muhammadiyah.
Musypimda ke-II ini mengusung tema “Menuju Organisasi yang Profesional, Maju, dan Modern”, dan menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah gerak Muhammadiyah Kendal ke depan.
Berbagai agenda penting, mulai dari penguatan data digital, optimalisasi peran kader, hingga pengelolaan aset dan ekonomi umat dibahas tuntas dalam forum tersebut.
Sebagai penutup, KH. Ikhsan mengajak seluruh pimpinan cabang dan ortom untuk menjaga semangat kebersamaan, saling mendukung, dan tetap setia pada cita-cita besar Muhammadiyah.
“Kita tidak sedang membesarkan nama pribadi, tapi sedang merawat warisan besar KH. Ahmad Dahlan. Semoga apa yang kita hasilkan dari Musypimda ini menjadi cahaya yang menuntun langkah kita dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan,” pungkasnya. (fur)
