PATEAN, KENDALMU.OR.ID – Tapak Suci Darul Arqam Championship (TSDAC) IX resmi bergulir selama empat hari, Kamis–Ahad (9–12/1/2026), di Aula KH. Ahmad Dahlan, Pondok Pesantren Darul Arqam Patean, Kabupaten Kendal.
Kejuaraan internal ini diikuti seluruh santri Darul Arqam sebagai ajang pembinaan dan penguatan mental bertanding pencak silat Tapak Suci.

Sejak hari pertama, suasana aula tampak semarak. Sorak dukungan santri bergema dari tribun di lantai tiga, mengiringi setiap duel di gelanggang.
Tendangan, sapuan, dan pukulan bersih silih berganti, sementara para pesilat muda menunjukkan determinasi dan disiplin khas Tapak Suci. Di sisi arena, wasit memimpin laga dengan tegas, memastikan pertandingan berjalan sesuai aturan.
Ketua Panitia TSDAC IX, Insan Syadid, menegaskan kejuaraan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang sebagai laboratorium kompetisi bagi santri sebelum terjun ke ajang yang lebih luas.

“TSDAC kami gelar setiap tahun sebagai ikhtiar untuk menguji mental tanding santri di level internal pesantren. Di sini mereka belajar mengelola emosi, sportivitas, dan keberanian tampil,” ujar Ikhsan.
Menurutnya, atmosfer kompetisi yang dibangun secara serius menjadi bekal penting bagi santri.
“Target kami jelas, dari arena lokal, siap melangkah ke kejuaraan regional, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.
Dalam TSDAC IX, kelas yang dipertandingkan mengacu pada standar Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM), yakni kelas ander dengan berat badan di bawah 30 kilogram, serta kelas A, B, C, D, dan E.

Selain kategori tanding atau fighter, panitia juga mempertandingkan kategori seni, meliputi seni individu, ganda (dobel), dan trio, yang menyajikan gerakan teknik, kekompakan, dan keindahan jurus.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam Patean, Ustadz Taufiq Hartono, menegaskan bahwa pesantren harus menjadi ruang lahirnya santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga berani tampil dan berprestasi di ruang publik.
“Santri tidak cukup hanya ngaji. Mereka harus berani tampil di atas panggung dunia. Salah satu jalannya melalui pencak silat Tapak Suci,” kata Ustadz Taufiq.
Ia berharap TSDAC IX mampu melahirkan atlet-atlet Tapak Suci yang bermental juara, berdisiplin tinggi, serta siap membawa nama pesantren dan Persyarikatan Muhammadiyah ke tingkat kejuaraan yang lebih luas. (fur)
