PATEAN, KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pagersari, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, dijadikan objek studi tiru oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (4/1/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari pengelolaan organisasi, amal usaha, serta peran strategis ranting dalam pemberdayaan masyarakat.

Rombongan PDM Gunungkidul dipimpin langsung Ketua PDM Gunungkidul, Sadmonodadi, dan diikuti perwakilan dari 11 PRM se-Kabupaten Gunungkidul.
Kedatangan rombongan disambut Wakil Ketua PDM Kendal Khoirudin, didampingi Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Patean Sumanto, serta jajaran pengurus PRM Pagersari.

Ketua PDM Gunungkidul Sadmonodadi menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan. Ia menegaskan, PRM Pagersari dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai memiliki capaian organisasi dan pengelolaan amal usaha yang menonjol di tingkat ranting.
“Kami ingin mengetahui secara langsung bagaimana amal usaha Muhammadiyah di PRM Pagersari dapat berkembang dengan baik hingga dinobatkan oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PP Muhammadiyah sebagai PRM unggulan tahun 2025,” ujar Sadmonodadi.

Menurutnya, PRM Pagersari menunjukkan peran aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan ranting ini dalam pengembangan produk keumatan yang dipamerkan pada ajang Cabang Ranting Masjid (CRM) Expo.
Produk unggulan seperti alpukat dan kopi arabika olahan dinilai mampu menarik minat pengunjung hingga habis terjual. Selain sektor ekonomi, Sadmonodadi juga menyoroti kuatnya pengelolaan amal usaha di bidang pendidikan dan keagamaan.

Di bawah naungan PRM Pagersari berkembang Pondok Pesantren Darul Arqam yang dikenal luas sebagai salah satu pesantren terbesar dan terluas di Indonesia.
“PRM Pagersari juga aktif dalam pembinaan jamaah, dakwah, dan kegiatan sosial. Ranting ini mampu membaca kebutuhan masyarakat dan meresponsnya melalui program nyata. Ini menjadi indikator ranting yang sehat dan maju,” tegasnya.
Ia menambahkan, PDM Gunungkidul menjadikan PRM Pagersari sebagai rujukan dalam pengembangan persyarikatan Muhammadiyah di wilayahnya, khususnya dalam penguatan manajemen organisasi dan optimalisasi peran ranting.
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kendal, Khoirudin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PDM Gunungkidul yang menjadikan PRM Pagersari sebagai lokasi studi tiru. Menurutnya, keunggulan PRM Pagersari dibangun melalui proses pembinaan organisasi yang konsisten dan berkelanjutan.

“Keunggulan PRM Pagersari dibangun melalui penguatan manajemen organisasi, konsistensi dakwah, serta keberanian mengembangkan amal usaha yang relevan dengan konteks lokal,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ranting merupakan fondasi utama persyarikatan Muhammadiyah. Ketika ranting hidup, mandiri, dan memberi manfaat bagi masyarakat, maka kekuatan organisasi akan terbentuk secara struktural dan kultural.
Khoirudin menambahkan, capaian PRM Pagersari bersifat terbuka dan dapat direplikasi oleh ranting Muhammadiyah lain dengan menyesuaikan kondisi wilayah masing-masing.
Ia berharap studi tiru tersebut menjadi awal kolaborasi antardaerah dalam memperkuat ranting dan cabang Muhammadiyah secara berkelanjutan. (felita)
