BOJA, KENDALMU.OR.ID – Majelis Tarjih dan Dakwah Komunitas (MTDK) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boja kembali menggelar Pengajian Kuliah Lintas Generasi (KULINER) #3 di Rantau Minang Boja, Jumat (3/1/2025). Kegiatan ini diikuti 13 santri dan dipimpin oleh Ustadz Mahtum Ali Samhari.
Pengajian kali ini mengangkat materi tentang Diterimanya Ibadah Seseorang dengan rujukan kitab Syarah Rasmul Bayan.
Dalam pemaparannya, Ustadz Mahtum menegaskan bahwa tidak semua amal perbuatan otomatis bernilai ibadah jika tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh syariat Islam.

“Suatu amal perbuatan baru dinilai dan diterima sebagai ibadah apabila memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh syariat,” ujar Ustadz Mahtum AS dalam pengajiannya.
Ia menjelaskan, ibadah terbagi menjadi dua kategori, yakni ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah merupakan ibadah ritual yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan syariat secara ketat, meskipun hikmahnya tidak selalu dapat dipahami secara rasional.
Menurutnya, diterimanya ibadah mahdhah bergantung pada tiga syarat utama. “Pertama harus disertai niat yang ikhlas, kedua harus disyariatkan, dan ketiga caranya harus sesuai dengan contoh Rasulullah saw. Ketiganya harus terpenuhi secara utuh,” tegasnya.

Ustadz Mahtum AS menambahkan, penyimpangan sekecil apa pun dari contoh Rasulullah saw. dalam ibadah mahdhah dapat menggugurkan nilai ibadah tersebut. “Sengaja menyimpang meski satu persen saja sama artinya dengan membuat syariat baru,” katanya.
Sementara itu, ibadah ghairu mahdhah atau ibadah non-ritual memiliki cakupan yang lebih luas. Segala amal lahir maupun batin yang diniatkan untuk mencari ridha Allah dapat bernilai ibadah, selama memenuhi dua syarat, yakni niat yang ikhlas dan tidak bertentangan dengan kaidah umum syariat.
“Amal itu disebut ibadah jika bermanfaat, tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta tidak termasuk perbuatan yang secara syar’i dianggap buruk,” jelasnya.
Melalui pengajian ini, MTDK PCM Boja berharap para santri dan peserta semakin memahami konsep ibadah secara utuh, baik dalam aspek ritual maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setiap amal benar-benar bernilai ibadah di sisi Allah SWT. (kami)
