SUKOREJO.KENDALMU.OR.ID — Cara tak biasa dilakukan takmir Masjid Al Huda di Desa Tlangu Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, dalam menggalang dana kemakmuran masjid.
Mereka membuka lapak penjualan Pertalite dengan sistem kejujuran penuh, bahkan mendorong pembeli untuk bersedekah dari uang kembalian.
Lapak sederhana yang berada di tepi jalan tersebut menarik perhatian warga. Tertera jelas tulisan, “Pertalite harga Rp12.000 per liter, silakan ambil sendiri, bayarlah dengan uang pas, kalau lebih itu lebih baik,”. Seluruh keuntungan penjualan dialokasikan untuk kemakmuran masjid.

Salah satu pembeli yang tidak berkenan disebut namanya mengaku tergerak dengan konsep tersebut.
Ia membeli 2 liter Pertalite dengan total harga Rp24.000, namun membayar Rp30.000 dan secara sukarela mengikhlaskan kembalian Rp6.000 untuk masjid.
“Saya beli dua liter, harusnya Rp24 ribu. Saya bayar Rp30 ribu, kembaliannya saya niatkan untuk masjid. Ini bukan sekadar beli bensin, tapi juga ikut sedekah,” ujarnya.
Takmir Masjid Al Huda menyebut, sistem ini dibangun atas dasar kepercayaan dan semangat ibadah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Mereka meyakini, kejujuran pembeli menjadi kunci utama keberlangsungan program tersebut.
“Kalau misalnya ada yang benar-benar kepepet dan tidak membayar, kami anggap sebagai sedekah dari jamaah untuk yang membutuhkan,” ujar Jazuli, salah satu penjaga lapak bensin
Sementara itu, Suwignyo selaku inisiator kegiatan menjelaskan bahwa konsep ini bukan semata soal jual beli, tetapi juga bagian dari dakwah.
“Jualan itu ibadah. Memberi informasi itu sedekah. Tidak beli tidak masalah, kalau beli alhamdulillah. Tapi kalau ada yang cocok dan ikut berbagi, itulah berkah,” ungkapnya.
Kegiatan ini dimodali oleh jamaah takmir masjid yang mewakafkan dana setara 50 liter Pertalite sebagai modal awal untuk diputar.
Ketua Takmir Masjid Al Huda, Sugeng Widodo, mengatakan, pendapatan yang diperoleh hasil penjualan melebihi nilai pertalite yang terjual.
“Inisiatif ini bukan semata mencari keuntungan, melainkan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam memakmurkan masjid dengan cara yang sederhana namun bermakna,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, beradaan lapak ini menjadi contoh praktik ekonomi berbasis kepercayaan di tengah masyarakat.
“Selain memudahkan warga mendapatkan bahan bakar, kegiatan tersebut juga menumbuhkan nilai kejujuran dan kepedulian sosial,” tegasnya.
Praktek kejujuran sejalan dengan firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 119, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur.” Rasulullah SAW juga bersabda, “Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi).
“Lebih dari itu, inisiatif ini menegaskan bahwa kejujuran bukan hanya nilai moral, tetapi fondasi utama dalam membangun keberkahan, kepercayaan, dan kekuatan umat dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya. (silo)
