KENDAL, KENDALMU.OR.ID – Kabar membanggakan datang dari MTs Muhammadiyah 1 Weleri, Kabupaten Kendal. Guru matematika, Laela Fitriana, berhasil meraih Juara 1 Lomba Media Pembelajaran Guru dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal.
Penghargaan kepada Laela Fitriana diserahkan bersama para juara lainnya pada upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di Alun-alun Kendal, Sabtu (3/1/2025). Meski diguyur hujan, seluruh peserta tetap mengikuti apel hingga selesai dengan penuh semangat.
Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif berjudul Inovasi Media Pembelajaran Matematika Berbasis ICT Menggunakan Google Sites. Media pembelajaran ini dirancang untuk mempermudah peserta didik memahami materi matematika melalui tampilan yang interaktif, menarik, serta dapat diakses secara fleksibel kapan saja dan di mana saja.
Kepala MTs Muhammadiyah 1 Weleri, Sugiarto, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih guru matematika tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti dedikasi dan komitmen guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Laela Fitriana yang telah berpartisipasi aktif dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam Lomba Media Pembelajaran Guru pada rangkaian HAB Kementerian Agama ke-80. Alhamdulillah, beliau berhasil meraih Juara 1. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya untuk terus berinovasi dan berani mengikuti lomba di berbagai tingkatan,” ujar Sugiarto

Ia berharap capaian prestasi yang diraih Laela Fitriana tidak berhenti sebagai pencapaian individu, tetapi dapat menjadi pemicu semangat bagi guru-guru lainnya untuk terus berinovasi dalam pembelajaran. Menurutnya, kualitas pendidikan madrasah sangat ditentukan oleh kreativitas dan kemauan guru dalam mengembangkan metode serta media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Prestasi ini harus menjadi contoh dan motivasi bagi seluruh guru. Kami berharap guru-guru MTs Muhammadiyah 1 Weleri terus meningkatkan kompetensi, berani berinovasi, dan aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan profesional. Dengan begitu, kualitas pembelajaran di madrasah akan semakin meningkat dan berdampak langsung pada prestasi peserta didik,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak madrasah akan terus mendorong dan memfasilitasi para guru untuk mengembangkan kreativitas serta mengikuti ajang kompetisi akademik sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Laela Fitriana mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai pencapaian tersebut menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dan bangga atas capaian ini. Pemanfaatan Google Sites sebagai media pembelajaran matematika berbasis ICT memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam mengakses materi, latihan soal, hingga evaluasi pembelajaran secara terintegrasi,” kata Laela.

Ia berharap media pembelajaran yang dikembangkannya dapat membuat proses belajar mengajar lebih efektif dan bermakna. Selain itu, capaian ini diharapkan dapat menginspirasi guru lain untuk terus berkreasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Prestasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen MTs Muhammadiyah 1 Weleri dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT ke 80 HAB Kementerian Agama.
Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dengan tema ‘Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju’ yang menegaskan bahwa kehadiran Kementerian Agama sejak awal berdiri merupakan kebutuhan nyata bangsa Indonesia yang majemuk.
Dalam amanatnya, Menteri Agama menegaskan bahwa Kementerian Agama dibangun melalui sinergi seluruh elemen bangsa, bukan oleh atau untuk kepentingan golongan tertentu.
“Kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sinergi yang produktif. Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial harus dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk memajukan bangsa,” tegas Menteri Agama dalam amanatnya. (nien)
