KENDAL, KENDALMU.OR.ID – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas lulusan melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi mahasiswa.
Program ini menjadi bagian dari strategi serius kampus untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Pelatihan resmi dibuka oleh Wakil Rektor III UMKABA, Utomo, yang menekankan pentingnya penguasaan soft skill selain kemampuan akademik.
“Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali hard skill. Mereka harus memiliki soft skill yang kuat dan relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satunya adalah kewirausahaan, karena di sanalah karakter mandiri, kreatif, adaptif, dan berani mengambil keputusan ditempa,” tegas Utomo.

Menurut Utomo, tantangan ekonomi masa depan menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
“Mahasiswa harus disiapkan menjadi lulusan yang siap kerja sekaligus siap membuka peluang usaha. Penguasaan soft skill, termasuk kewirausahaan, adalah bekal strategis untuk bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi,” tambahnya lugas.
Pelatihan menghadirkan narasumber lintas sektor, yakni Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kendal, pimpinan Bank Nusamba, serta Mukhtasin, pengusaha muda sukses asal Kendal.
Mereka memberikan perspektif mulai dari kebijakan dan dukungan pemerintah daerah, akses permodalan dan literasi keuangan, hingga pengalaman riil membangun usaha dari nol.

Materi pelatihan mencakup pengenalan ekosistem UMKM, pemetaan peluang usaha berbasis potensi lokal, dasar pengelolaan keuangan usaha, serta pembentukan mental dan etos kerja wirausaha. Sesi diskusi interaktif dimanfaatkan mahasiswa untuk menggali persoalan nyata dan mencari solusi praktis.
Dekan FAI UMKABA,Rahmat Setiawan, menegaskan, pelatihan ini sejalan dengan visi fakultas mencetak lulusan yang unggul akademik, berkarakter Islami, dan memiliki daya saing sosial-ekonomi.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Mereka harus punya keberanian dan kesiapan menjadi pelaku usaha yang beretika dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Dekan.
FAI UMKABA berencana melanjutkan program ini dalam bentuk pendampingan kewirausahaan mahasiswa, dengan harapan lahir wirausahawan muda yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus membawa nilai-nilai keislaman dalam praktik usaha. (fur)
