SUKOREJO, KENDALMU.OR.ID — MI Muhammadiyah Mulyosari menggelar kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Tarhib Ramadhan 1447 H dengan menghadirkan pendongeng nasional asal Kendal, Kak Farid Syaiful Mujib, Senin (9/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Muttaqin Gepor, Mulyosari, itu diikuti ratusan siswa MI serta anak-anak TK dari wilayah Mulyosari dan sekitarnya.
Meski cuaca dingin disertai hujan rintik-rintik, antusiasme peserta tidak surut. Sejak pagi, anak-anak bersama guru pendamping telah memadati lokasi acara dengan penuh keceriaan.

Ketua panitia, Dian Nurhayati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh dewan guru dan peserta yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarlembaga pendidikan.
“Acara ini menjadi sarana silaturahmi antara TK dan MI. Kami berharap kegiatan ini memperkuat kerja sama dan membangun kebersamaan dalam menyambut Ramadhan,” ujar Dian.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah Mulyosari, Taufikurrahman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan penggabungan dua agenda tahunan, yakni peringatan Isra Mi’raj dan Tarhib Ramadhan.
“Kami sengaja menggabungkan dua agenda besar ini agar lebih efektif dan tetap bermakna bagi peserta didik,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi puncak rangkaian acara setelah sebelumnya digelar lomba mewarnai antartaman kanak-kanak.
“Sebelumnya kami mengadakan lomba mewarnai antar-TK, dan hari ini kami umumkan para pemenangnya sebagai bagian dari acara puncak,” jelas Dian.
Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan siswa, mulai dari hafalan doa dan hadis, tilawah Al-Qur’an, menyanyi religi, hingga demonstrasi jurus Tapak Suci.

Dalam sesi utama, Kak Farid menyampaikan pesan keagamaan tentang pentingnya sholat melalui dongeng yang komunikatif dan menghibur.
“Kalau cinta Rasul dan orang tua, rajinlah sholat. Kalau ingin masuk surga, perbanyak ibadah. Jangan pernah meninggalkan sholat,” tegas Kak Farid.
Ia juga mengingatkan bahwa sholat merupakan fondasi utama kehidupan umat Islam.
“Sholat adalah tiang agama. Kalau tiangnya rusak, bangunannya akan runtuh,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba mewarnai dan pemberian kenang-kenangan kepada TK peserta. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat menumbuhkan semangat ibadah, mempererat silaturahmi, serta mengenalkan lingkungan MI kepada anak-anak sejak dini. (dian)
