CEPIRING, KENDALMU.OR.ID — Pengajian Ahad Pagi di Masjid Baitul Muttaqin berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah Muhammad Ro’uf, Ahad (10/5/2026).
Dalam tausiyahnya, jamaah diajak memperkuat keimanan dan menjaga ketakwaan di tengah meningkatnya krisis moral dan sosial di masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa kelas VI SD IT Muhammadiyah Cepiring yang menambah suasana religius di tengah jamaah yang memadati area masjid.

Dalam ceramahnya, Muhammad Ro’uf menegaskan bahwa iman bukan hanya pengakuan melalui lisan, melainkan harus diwujudkan dalam keyakinan hati dan amal perbuatan sehari-hari.
“Iman itu diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dalam kehidupan,” tegasnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan, seseorang yang memiliki iman kuat akan terdorong menjaga akhlak, amanah, serta menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Salah satu tanda kuatnya iman, kata dia, adalah tumbuhnya rasa takut kepada Allah dan meningkatnya semangat beribadah saat mendengar ayat-ayat Al-Qur’an.
Dalam tausiyah tersebut, ia juga menyinggung fenomena lemahnya amanah yang dinilai menjadi salah satu bentuk krisis keimanan. Menurutnya, praktik pengkhianatan terhadap amanah, termasuk tindak korupsi, muncul akibat pudarnya nilai ketakwaan dalam diri seseorang.

“Ketika amanah tidak dijaga, itu menjadi tanda lemahnya keimanan,” ujarnya.
Selain membahas pentingnya menjaga amanah, pengajian juga menyoroti maraknya praktik judi online yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Ia menyebut dampak judi online tidak hanya merusak ekonomi keluarga, tetapi juga memicu konflik sosial hingga tindak kriminal.
“Judi online bisa memicu permusuhan, pencurian, bahkan kekerasan dalam rumah tangga. Ini ancaman serius bagi masyarakat,” katanya.
Melalui pengajian tersebut, jamaah diingatkan untuk terus memperkuat iman, meningkatkan kepedulian terhadap akhlak, serta membentengi diri dan keluarga dari berbagai pengaruh negatif di era modern.(aufa)
