SUKOREJO, KENDALMU.OR.ID – Puluhan siswa SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo turut ambil bagian dalam upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Lapangan Desa Bringinsari, Kecamatan Sukorejo, Ra
Keterlibatan ini menunjukkan dukungan nyata generasi muda terhadap program pembangunan berbasis kebersamaan.
Kehadiran para pelajar tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial sejak dini, sejalan dengan semangat TMMD yang mengedepankan sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.

Kepala SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, Shofiq Ghorbal menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
“Keterlibatan siswa dalam TMMD menjadi pengalaman berharga untuk menanamkan semangat gotong royong, disiplin, dan kepedulian terhadap pembangunan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang membuka secara resmi kegiatan TMMD menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga gerakan bersama untuk memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, tetapi gerakan bersama yang menghidupkan kembali nilai gotong royong di tengah masyarakat.
“Saya percaya, kekuatan sejati bangsa ini lahir dari keikhlasan rakyatnya dalam bergotong royong. TMMD menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kunci membangun negeri dari desa,” tegasnya.

Ia menekankan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan program, baik pada kegiatan fisik maupun nonfisik.
“Partisipasi masyarakat tidak bisa ditawar. Program ini harus berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan agar kualitas pembangunan dijaga agar hasilnya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Sinergi ini harus menghasilkan pembangunan yang kuat, bermanfaat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tandasnya.

Program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 akan berlangsung selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan sasaran pembangunan infrastruktur desa serta kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan menjelaskan, TMMD Sengkuyung Tahap II menyasar pembangunan fisik berupa jalan rabat beton sepanjang 700 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 12 sentimeter di Desa Bringinsari.

Selain itu, kegiatan nonfisik meliputi sosialisasi wawasan kebangsaan, penguatan nilai gotong royong, serta pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat.
Ia menyebut, Desa Bringinsari dipilih karena masih membutuhkan peningkatan infrastruktur, khususnya jalan desa yang rusak dan menghambat mobilitas warga.
“Dengan pembangunan ini, akses antar desa akan jauh lebih lancar. Waktu tempuh yang sebelumnya sekitar 40 menit bisa dipangkas menjadi hanya 10 menit,” jelasnya.
Kepala Dispermasdes Kendal Yanuar Fatoni menambahkan, total anggaran TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 mencapai Rp360 juta yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp155 juta, APBD Kabupaten Kendal Rp185 juta, serta swadaya masyarakat Rp20 juta.
“Program TMMD ini sangat membantu percepatan pembangunan desa, terutama di tengah keterbatasan anggaran desa saat ini,” pungkasnya. (fur)
