KANGKUNG, KENDALMU.OR.ID – Keluarga besar RS PKU Aisyiyah (RSA) Kendal menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai puncak rangkaian program Ramadan hingga Syawal, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan berlangsung di lobi bawah gedung rumah sakit, sementara lobi lantai dua difungsikan sementara sebagai ruang rawat inap pasien.
Direktur RSA Kendal, dr. Hanif Furqon, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum mempererat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) di wilayah Gemuh, Kangkung, dan Cepiring sebagai mitra strategis.

“Halal Bihalal ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Ramadan hingga Syawal. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelayanan masih terdapat kekurangan,” ujarnya.
Furqon menuturkan, memasuki tahun kelima operasional, RSA Kendal terus mengembangkan layanan, salah satunya dengan membuka poli mata.
“Ke depan rumah sakit ini dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus mendukung dakwah Aisyiyah dan Muhammadiyah, serta meningkatkan kesejahteraan karyawan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Aisyiyah Kendal, Muslikhah, menyampaikan bahwa selama Ramadan hingga Syawal telah dilaksanakan berbagai kegiatan, seperti penyediaan makan sahur dan berbuka bagi karyawan, tadarus Al-Qur’an, kajian rutin, tarawih berjamaah, hingga peringatan Nuzulul Qur’an.
Selain itu, kepedulian sosial juga diwujudkan melalui program
“Kado Ramadan” yang menghimpun dana dari infak karyawan dan tenaga medis untuk disalurkan kepada masyarakat sekitar.Puncak dari seluruh kegiatan tersebut adalah Halal Bihalal ini,” katanya.

Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kendal, Mutoha, menilai transformasi RSA Kendal dari RB/BP PKU Aisyiyah menjadi rumah sakit merupakan langkah strategis setelah sempat mengalami stagnasi.
“Perubahan ini tidak hanya pada fisik, tetapi juga pada pola pikir dalam meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan RSA Kendal dalam lima tahun terakhir yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan berkat kerja keras dan semangat keikhlasan seluruh jajaran.

Sedangkan KH. Sumato, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arqom Patean, dalam tausyiahnya, menjelaskan bahwa halal bihalal merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat.
Sementara yang disyariatkan dalam Islam adalah menunaikan zakat fitrah sebelum Idulfitri, melaksanakan salat Id, serta menjaga silaturahmi.
“Tradisi yang baik seperti silaturahmi, berbagi makanan, dan mempererat hubungan sosial tetap perlu dijaga sebagai bagian dari kearifan lokal,” tuturnya. (yani)
