KENDAL, KENDALMU.OR.ID — Puasa dan ibadah haji merupakan perintah sekaligus panggilan langsung dari Allah SWT kepada seluruh orang beriman tanpa terkecuali, baik yang imannya masih lemah, bertumbuh, maupun telah kokoh.
Dua ibadah tersebut tidak hanya menjadi kewajiban ritual, tetapi juga sarana pembinaan spiritual yang menyentuh seluruh lapisan keimanan umat Islam.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah, Jamaludin Ahmad, di hadapan ribuan alumni jamaah haji Arrahmah Muhammadiyah Kendal di Pendopo Kendal, Ahad (22/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jamaludin menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama muslim tanpa harus menunggu pihak lain terlebih dahulu.
“Maknanya sederhana tapi dalam. Orang beriman tidak gengsi untuk memulai kebaikan dalam hubungan, karena yang dicari adalah ridha Allah, bukan siapa yang lebih dulu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, silaturahmi harus bersifat aktif dan penuh inisiatif, yakni dengan mendatangi dan menyambung hubungan dengan sesama, bukan sekadar menunggu.
Selain itu, Jamaludin menyebut ciri orang bertakwa dan haji yang mabrur adalah adanya sikap saling meminta dan memberi maaf.
Menurutnya, nilai tersebut menjadi indikator penting dalam menjaga kualitas keimanan pasca menjalankan ibadah haji.
Dalam pemaparannya, ia juga mengingatkan pesan tegas dalam Surat Muhammad ayat 23 terkait larangan memutus silaturahmi.
Ayat tersebut, kata dia, memberikan peringatan keras bahwa orang yang memutus hubungan akan mendapat laknat Allah dan hatinya menjadi tertutup dari kebenaran.
“Ketulian dan kebutaan yang dimaksud bukan hanya secara fisik, tetapi lebih pada hati yang tidak lagi peka terhadap kebenaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jamaludin menekankan bahwa setiap manusia pada dasarnya diberi amanah kekuasaan oleh Allah SWT, baik dalam lingkup keluarga, organisasi, maupun kehidupan sosial.
Ia mencontohkan, peran sebagai kepala rumah tangga, pengurus Muhammadiyah di tingkat desa hingga daerah, maupun peran dalam keluarga, semuanya merupakan bentuk amanah yang harus dijalankan dengan baik.
Menurutnya, penyalahgunaan kekuasaan, eksploitasi alam secara berlebihan, serta mengabaikan hak orang lain merupakan bentuk perusakan terhadap tatanan yang telah ditetapkan Allah.
“Merusak tatanan yang sudah baik akan berakibat pada laknat Allah. Karena itu, kekuasaan sekecil apa pun harus digunakan untuk kebaikan bersama,” ujarnya.
Menutup tausiyahnya, Jamaludin mengajak warga Muhammadiyah, khususnya para alumni haji, untuk menjaga kemabruran hajinya dengan terus memperbanyak amal dan memperkuat hubungan sosial sebagai bekal kehidupan di akhirat. (fur)
