PAGERUYUNG, KENDALMU.OR.ID – Lebih dari dua dekade berlalu sejak pertama kali menapaki bangku kuliah, puluhan alumni angkatan pertama tahun 2003 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kampus 3 Sukorejo kembali dipertemukan dalam suasana hangat melalui acara Halal Bihalal sederhana namun penuh makna.
Kegiatan yang mengusung konsep “kecil-kecilan” tersebut digelar pada Jumat (3/4/2026) pagi di rumah salah satu alumni, Imam Syafi’i, di Desa Gondoharum, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal.
Sekitar 15 alumni hadir dalam pertemuan yang berlangsung akrab dan penuh nostalgia tersebut. Sebagai angkatan pertama yang mewarnai perjalanan Kampus 3 Sukorejo pada 2003, para alumni memiliki ikatan emosional yang kuat.
Mereka merupakan generasi perintis yang menempuh pendidikan saat fasilitas kampus masih terbatas, jauh sebelum berkembang seperti sekarang.
Para alumni juga menjadi saksi awal bagaimana STIT Muhammadiyah Kendal, khususnya Kampus 3 Sukorejo, mulai berperan dalam mencetak tenaga pendidik berkarakter Islami di wilayah pegunungan Kendal.
Salah satu perwakilan alumni, A. Akrom, mengenang masa-masa awal perkuliahan yang penuh perjuangan namun sarat kebersamaan.
“Kami ingat betul suasana kuliah di Sukorejo dulu. Fasilitas masih terbatas, tetapi semangat belajar dan berorganisasi sangat tinggi. Menjadi angkatan pertama membuat kami harus mandiri dan kreatif. Kini kami sadar, di usia yang tidak lagi muda, kawan lama yang tetap saling peduli adalah hal paling berharga,” ujarnya.
Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar reuni, tetapi juga menjadi sarana menjaga kesehatan mental dan spiritual melalui silaturahmi.

Koordinator acara, Daroji S.Pd.I., mengatakan konsep sederhana sengaja dipilih agar suasana lebih akrab dan jauh dari kesan formalitas.
“Kami tidak ingin acara yang terlalu besar. Tujuan kami sederhana, saling menyapa, mendengar cerita, dan berbagi pengalaman dari hati ke hati. Angkatan pertama ini punya ikatan emosional sangat kuat, seperti saudara sendiri,” kata Daroji yang kini telah memasuki masa purna tugas.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan pada tahun-tahun berikutnya melibatkan alumni dari angkatan lain.
Sementara itu, Siti Bulqis, S.Pd.I., mengaku terharu bisa kembali bertemu dengan teman-teman lamanya.
“Rasanya seperti kembali ke 20 tahun lalu. Wajah boleh berubah, tapi tawa dan kenangan kami tetap sama. Kami dulu berjuang bersama menyelesaikan tugas dan menghadapi berbagai tantangan kuliah,” tuturnya.
Acara yang berakhir menjelang salat Jumat itu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Bagi mereka, pertemuan tersebut bukan sekadar temu kangen, tetapi juga menjadi pengingat bahwa ikatan persaudaraan yang lahir dari perjuangan menuntut ilmu akan selalu menyatukan mereka sepanjang waktu. (yudi)
