KENDAL, KENDALMU.OR.ID — Aktivitas pengunjung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal meningkat signifikan selama masa libur sekolah akhir tahun. Lonjakan tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar sekaligus ruang rekreasi edukatif.
Berdasarkan data Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpus) Kendal, rata-rata jumlah pengunjung harian selama libur sekolah mencapai 600 hingga 700 orang per hari. Angka ini naik dibandingkan hari biasa yang berkisar 400–500 pengunjung per hari.

Plt Kepala Bidang Perpustakaan Dinarpus Kendal, Nur Nudzrohayati, mengatakan peningkatan kunjungan merupakan fenomena yang lazim terjadi saat liburan, namun pada akhir tahun ini terlihat lebih menonjol seiring tingginya antusiasme masyarakat.
“Pada masa libur sekolah, jumlah pengunjung memang meningkat cukup signifikan. Rata-rata bisa mencapai 600 sampai 700 orang per hari,” ujarnya, Kamis (29/12/2025).
Ia menjelaskan, pengunjung Perpustakaan Daerah Kendal berasal dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Selain pelajar dan mahasiswa, banyak pula anak-anak yang datang bersama orang tua untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

“Kami menyediakan ruang khusus anak yang dilengkapi permainan edukatif, sehingga anak-anak bisa belajar sambil bermain,” katanya.
Menurut Nur Nudzrohayati, fungsi perpustakaan kini tidak lagi sebatas tempat membaca, tetapi berkembang menjadi ruang publik yang ramah, nyaman, dan inklusif.
Karena itu, Dinarpus Kendal terus berupaya menghadirkan lingkungan yang mendukung penguatan literasi sekaligus aktivitas rekreatif berbasis edukasi.

Salah seorang pengunjung, Miftahul Fatah, mahasiswa asal Kendal, mengaku merasa nyaman belajar dan berdiskusi di Perpustakaan Daerah. Ia menilai fasilitas yang tersedia cukup lengkap dan sesuai dengan kebutuhan berbagai kalangan.
“Gedungnya nyaman, koleksi bukunya lengkap dari berbagai bidang, ruangannya sejuk, dan fasilitasnya memadai,” ujarnya.
Ia menambahkan, tersedianya ruang baca yang tertata, area diskusi, serta lingkungan yang bersih dan kondusif membuat pengunjung betah berlama-lama. Kondisi tersebut sangat membantu masyarakat, terutama selama libur sekolah, ketika banyak orang mencari ruang produktif untuk mengisi waktu luang.
Menurutnya, perpustakaan daerah kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai ruang aktivitas yang fleksibel dan terbuka. Berbagai kegiatan edukatif dan kreatif dapat dilakukan, baik di dalam gedung maupun di area halaman.
“Bisa dimanfaatkan untuk banyak kegiatan, jadi cocok untuk semua kalangan yang ingin mengisi liburan secara positif,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kendal terus mengembangkan layanan perpustakaan, baik dari sisi koleksi, fasilitas, maupun program kegiatan, agar minat baca dan partisipasi masyarakat dalam literasi terus meningkat secara berkelanjutan. (fur)
