PLANTUNGAN, KENDALMU.OR.ID – Kajian Ahad Pagi yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal pada 5 Oktober 2025 menghadirkan Wakil Ketua PD Muhammadiyah, Ustaz Khoirudin sebagai penceramah.
Bertempat di Majelis Taklim Ranting Wadas, kajian berlangsung khidmat dan diikuti jamaah dengan penuh antusias.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Khoirudin mengangkat tema penting dari nasihat Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin tentang empat golongan pendusta.
Menurut Imam Al-Ghazali, ada empat perkara yang bila tidak diikuti dengan amalan lain yang menyertainya, maka pelakunya tergolong pendusta.
1. Mengharap Surga, tapi Lalai dari Ketaatan
Golongan pertama adalah mereka yang mengharapkan surga, tetapi tidak taat kepada perintah Allah.
“Jika ingin melihat jumlah umat Islam, lihatlah saat salat Id. Namun jika ingin melihat jumlah orang beriman, lihatlah saat salat Subuh berjamaah,” tutur Ustaz Khoirudin.
Beliau menekankan keutamaan salat Subuh berjamaah.

“Apabila seseorang mengetahui keutamaannya, niscaya ia tetap melaksanakan meski harus merangkak. Namun istiqamah dalam ibadah itu bukan perkara mudah. Orang yang istiqamah akan selalu didampingi malaikat dan dijanjikan surga oleh Allah,” tambahnya.
2. Mengaku Cinta Nabi, tapi Tidak Mencintai Ulama
Golongan kedua adalah orang yang mengaku cinta Nabi Muhammad SAW tetapi tidak mencintai ulama sebagai pewaris ilmu kenabian. Salah satu wujud kecintaan itu adalah menolong fakir miskin dan berinfak di jalan Allah.
“Orang yang memiliki banyak harta namun enggan berinfak dan hanya menimbun untuk diri sendiri akan mendapat azab yang pedih,” jelas Ustaz Khoirudin.
Ia menekankan pentingnya zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, sebagai bentuk rasa syukur.
“Harta yang diinfakkan akan menjadi tabungan di akhirat, sementara anak cucu kita sudah Allah tetapkan rezekinya masing-masing,” ujarnya.
3. Takut Neraka, tapi Masih Berbuat Dosa
Golongan ketiga adalah orang yang mengaku takut neraka, namun tetap melakukan dosa.
“Seseorang bisa saja rajin beribadah, tetapi tetap melakukan dosa seperti membicarakan keburukan orang lain. Ibadah yang dilakukan akan sia-sia jika dibarengi perbuatan dosa, karena pahala ibadah itu habis untuk menebus kesalahan,” tegasnya.
4. Mengaku Cinta Allah, tapi Mengeluh Saat Mendapat Ujian
Golongan terakhir adalah mereka yang mengaku cinta Allah tetapi selalu berkeluh kesah saat diuji.
“Ujian adalah bentuk kasih sayang Allah. Melalui ujian, Allah ingin membersihkan dosa, menguatkan iman, dan meninggikan derajat hamba-Nya. Setiap ujian sejatinya bukan hukuman, melainkan cara Allah mendekatkan hamba-Nya kepada kebaikan,” terang Ustaz Khoirudin.
Ia menutup kajian dengan pesan penuh makna: “Seorang mukmin sejati tidak seharusnya mengeluh terhadap takdir. Di balik kesulitan selalu ada kemudahan, dan di balik ujian selalu tersimpan rahmat.”
Kajian Ahad Pagi tersebut memberikan renungan mendalam bagi jamaah.
Pesan-pesan Imam Al-Ghazali yang disampaikan Ustaz Khoirudin menjadi pengingat bahwa keimanan sejati tidak cukup diucapkan, melainkan harus diwujudkan dalam amal perbuatan yang konsisten. (nila)
Kontributor : Nila Rahmawati
