ROWOSARI, KENDALMU.O.ID – “Barangsiapa yang berpegang teguh pada warisan peninggalan Rasulullah SAW dan mengamalkan isinya, dijamin tidak akan sesat selama-lamanya.”
Pesan itulah yang disampaikan KH. Abdul Jamil dalam Pengajian Ahad Pagi yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rowosari, Kendal pada Ahad (5/10/2025) di SMP Muhammadiyah 11 Rowosari.
Dalam tausiahnya, KH. Abdul Jamil mengingatkan jamaah agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama hidup. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama-lamanya selagi kamu berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya.”
Menurutnya, umat Islam dituntut untuk mengamalkan dua pedoman itu secara sungguh-sungguh, agar tidak tergelincir pada hal-hal yang bertentangan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
KH. Abdul Jamil juga mengingatkan pentingnya merujuk pada hadis-hadis sahih yang menekankan kemuliaan generasi awal umat Islam.
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya,” demikian beliau mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

KH. Abdul Jamil mengibaratkan usaha kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah setelah 1500 tahun layaknya air yang mengalir dari gunung hingga sampai ke Rowosari.
“Apakah airnya masih jernih atau sudah keruh? Pasti sudah keruh. Begitu pula dengan ajaran Islam yang telah bercampur dengan berbagai pengaruh, butuh kesungguhan untuk kembali pada kejernihan aslinya,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat yang membaca Al-Qur’an di kuburan. Menurutnya, amalan tersebut tidak memiliki dasar dari Al-Qur’an maupun Sunnah.
KH. Abdul Jamil mengutip hadis, “Terangilah rumah-rumah kalian dengan shalat dan bacaan Al-Qur’an” (HR. Al-Baihaqi) dan “Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah” (HR. Muslim).
“Yang wajib kita lakukan kepada orang yang sudah meninggal adalah mendoakan, bukan membaca Al-Qur’an di kuburan,” tegasnya.
Menutup ceramahnya, KH. Abdul Jamil mengajak seluruh jamaah dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di Rowosari untuk terus menghidupkan majelis ilmu dan halaqah.
“Budaya syirik kini banyak dianggap biasa, padahal hakikatnya adalah kedzaliman besar. Karena itu kita perlu benteng ilmu agar masyarakat tidak mudah terjerumus,” pesannya.
Ia pun menegaskan bahwa segala yang disampaikannya semata untuk mengajak umat kembali kepada tuntunan Nabi Muhammad SAW. “Kalau ada kebenaran, itulah dari Allah. Jika ada kesalahan, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita,” pungkasnya. (udin)
Kontributor : Muhammad Mahfudin
