WELERI. KENDALMU.OR.ID. Salah satu keunikan yang dilakukan oleh panitia Sholat Idul Fitri di lapangan Sepakbola Gelora Weleri, Kab. Kendal adalah menyedikan area khusus untuk para jamaah wanita dengan sebutan ‘Kawasan Blok M’, sebuah tempat yang disediakan khusus untuk kaum Hawa yang hadir tetapi sedang berhalangan, ‘menstruasi’.
Selain menyediakan area khusus Blok M, pihak panitia juga memberi kesempatan, menyediakan kawasan khusus para pedagang, seperti penjual balon terbang. mereka semua bebas berjualan secara gratis tetapi sampah harus bersih.
Tentang Blok M, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menyampaikan bahwa saat Idul Fitri, seluruh umat Islam disunahkan untuk hadir ke tempat shalat Idul Fitri dan bertakbir dengan mengagungkan nama Allah SWT.
“Seluruh umat Islam disunahkan untuk datang ke tempat shalat Idul Fitri, termasuk anak-anak dan wanita yang sedang haid,” ujarnya sebagaimana dilansir Kompas.com, Rabu (19/4/2023).
“Hanya saja, wanita haid tidak ikut shalat Idul Fitri. Mereka bisa datang untuk ikut berkumpul dan mendengarkan khotbah selepas shalat Id,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri di lapangan terbuka, sering kali area sholat dibagi menjadi beberapa blok atau sektor untuk mengatur jamaah dengan lebih tertib.
“Blok M” biasanya merupakan penanda atau nama yang diberikan panitia untuk suatu area tertentu dalam lapangan tersebut. Penamaan ini bersifat lokal dan tidak merujuk pada standar universal; setiap panitia dapat menggunakan sistem penamaan yang berbeda sesuai kebutuhan mereka,” terangnya.

Sekretaris Panitia Shalat Idul Fitri 1446 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weleri, Bagas Khaeril Anwar mengungkapkan kawasan Blok M sudah lama disediakan oleh panitia sholat Id.
“Area Blok M dinisiasi para pendahulu kita di Weleri pada zaman Mbah Rahmadi, Mbah GR Handoyo, Mbah Margono dan kawan-kawannya, dan kami sifatnya hanya meneruskan amal jariayah para pendahulu,” ungkapnya
Menurtnya, Blok M merupakan sebuah area yang yang disiapkan untuk kaum wanita yang hari itu mendapat rukhshah, dispensasi syariat Islam meninggalkan kewajiban shalat.
“Jika kita menerima informasi bahwa “Blok M” saat shalat Id adalah area yang diperuntukkan bagi jamaah wanita, maka itu adalah penamaan spesifik dari panitia penyelenggara di lokasi tersebut,” kata Bagas kepada kendalmu.or.id.​
Dia menuturkan, perlu dicatat bahwa penamaan seperti “Blok M” tidak memiliki kaitan dengan kawasan Blok M di Jakarta, melainkan murni sebagai penanda area dalam konteks pengaturan jamaah di lapangan sholat.
Bagas menambahkan tujuan didirikan Blok M diantaranya supaya kaum wanita yang menempati area ini merasa nyaman ketika mengikuti dengan khidmat khutbah yang disampaikan.
“Selain memberi kenyamanan, para ibu-ibu yang kebetulan berhalangan dan mengajak anak-anaknya bisa memanfaatkan area itu untuk sekedar bermain,” kata Bagas.

Menurut Bagas, mereka punya hak yang sama untuk mensyiarkan Islam di Idul Fitri dan Adha, meskipun tidak mengikuti sholat Id.
Selain menyediakan Blok M, Bagas mengatakan pihanya juga menyediakan kawasan khusus pedagang yang bisa menarik perhatian anak-anak dan bisa menambah suasana ceria, diantaranya pedagang balon terbang
“Mereka semua bebas berjualan secara gratis tetapi sampah harus bersih,” pintanya.
Bagas Khaeril Anwar yang sempat nyamperi salah satu pedagang balon terbang menuturkan, pedagang yang tidak bersedia menyebutkan namanya ternyata salah satu pelaku UMKM.
“Pedagang itu bersyukur, lantaran selama 2 jam prosesi sholat Idul Fitri berlangsung bisa mengantongi 3 juta rupiah,” ujarnya.
Pedagang mematok harga 15 ribu/balon terbang, berarti ia mampu menjual 200 buah balon terbang dan habis.
Bagas menilai balon warna-warni yang dijual dapat terbang melayang menambah kesan meriah dan gembira, selaras dengan semangat Idul Fitri yang penuh kebahagiaan.
“Balon terbang sangat menarik bagi anak-anak, sehingga mereka merasa lebih senang dan antusias menghadiri shalat Id bersama keluarga,” pungkas Bagas. (fur)
