KALIWUNGU, KENDALMU.OR.ID — Baitut Tamwil Muhammadiyah Kaliwungu (BTM) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai forum evaluasi kinerja dan penguatan tata kelola lembaga keuangan syariah berbasis anggota.
Dalam forum tersebut, transparansi keuangan dan penguatan kepercayaan masyarakat (trust) menjadi sorotan utama demi memperluas keanggotaan dan pengembangan usaha.
Manajer BTM Kaliwungu, Nur Khatik, menegaskan bahwa RAT merupakan media pertanggungjawaban sekaligus bentuk keterbukaan pengelolaan lembaga kepada anggota dan masyarakat.
“Setiap Amal Usaha Muhammadiyah, termasuk BTM, wajib memberikan transparansi keuangan dalam rangka meningkatkan trust kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (14/5/2026)
Menurutnya, kepercayaan publik menjadi modal sosial utama dalam perkembangan BTM selain modal keuangan.
Tingginya trust akan mendorong masyarakat bergabung sebagai anggota karena menilai pengelolaan dana dilakukan secara amanah dan sesuai prinsip syariah.
“Tentu dengan trust, masyarakat menilai bahwa BTM Kaliwungu amanah dalam mengelola dana dan pelayanan semakin berkualitas,” tegasnya.
Dalam RAT tersebut, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban, laporan keuangan dan sisa hasil usaha (SHU), evaluasi program kerja tahunan, hingga rencana pengembangan usaha ke depan.
Nur Khatik mengungkapkan, secara profitabilitas BTM Kaliwungu mengalami kenaikan meski belum signifikan. Namun dari sisi aset terjadi sedikit penurunan akibat adanya anggota yang menarik modalnya.
“Turunnya aset bukan karena kerugian BTM, karena aset itu bukan kekayaan milik lembaga sepenuhnya. Aset terdiri dari dana anggota, pembiayaan, simpanan, dan perputaran usaha,” jelasnya.
Ia juga menyinggung pelaksanaan program tanggung jawab sosial lembaga yang mengacu pada ketentuan Persyarikatan Muhammadiyah. Sebanyak 20 persen disalurkan kepada Muhammadiyah sebagai bentuk kontribusi dan zakat lembaga.
“Hal itu dilakukan sebagai bentuk zakat lembaga agar usaha lebih berkah, sebagaimana dilakukan Amal Usaha Muhammadiyah lainnya seperti rumah sakit dan sekolah,” katanya.
Menurutnya, BTM berfungsi sebagai jembatan antara masyarakat yang memiliki kelebihan dana dengan masyarakat yang membutuhkan pembiayaan usaha.
“BTM mempertemukan orang yang membutuhkan dan orang yang memiliki dana untuk disimpan. Karena itu AUM-AUM dengan banyak pegawai diharapkan menjadi anggota agar BTM bisa berkembang,” ujarnya lagi.
Selain memperkuat keanggotaan, BTM Kaliwungu juga terus melakukan pembenahan administrasi melalui penerapan sistem digital dan manajemen terstandar atau Sismabel guna meningkatkan kualitas layanan dan pelaporan keuangan.
Sementara itu, Ketua LPUMKM PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Khafid Sirotudin, mengatakan KSPPS BTM Kendal yang berpusat di Kaliwungu tengah mempersiapkan pembukaan beberapa kantor kas di sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus mewadahi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
“Kantor kas ini untuk memperluas pelayanan sekaligus mendukung pengembangan UMKM di Kendal,” ujarnya usai menyampaikan paparan dalam RAT.
Khafid menambahkan, sesuai ketentuan, dalam satu daerah idealnya hanya terdapat satu BTM agar tata kelola lebih tertata dan terintegrasi.
“Kalau di suatu daerah ada lebih dari satu BTM, ke depan akan disatukan agar penataannya lebih mudah dan jelas,” katanya.
Ia menekankan tiga langkah penting dalam pengembangan BTM, yakni penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan jumlah anggota, serta sinergi dengan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah.
“Semakin banyak anggota, maka modal yang dimiliki juga semakin besar. Karena itu sinergi dengan AUM menjadi sangat penting untuk memperluas pelayanan,” tandasnya. (fur)
