KENDAL, KENDALMU.OR.ID — Gelombang demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir turut menjadi perhatian para tokoh agama di Kabupaten Kendal. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, KH Ikhsan Intizam, bersama Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal, KH Mukh Mustamsikin, kompak menyerukan pentingnya menjaga ketenangan, persatuan, dan kondusivitas wilayah.

KH Ikhsan Intizam mengajak seluruh lapisan masyarakat Kendal agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong maupun informasi yang tidak jelas sumbernya. Menurutnya, penyampaian aspirasi tetap diperbolehkan, namun harus melalui mekanisme yang diatur pemerintah.
“Jika ingin menyampaikan aspirasi, silakan ikuti mekanisme yang sudah diatur. Jangan sampai anarkis, karena tindakan itu hanya akan meninggalkan tangis. Jadilah pribadi-pribadi yang bijak dan bermanfaat. Insya Allah Kendal akan selalu guyup, rukun, dan makmur,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).
Senada dengan itu, KH Mukh Mustamsikin juga menyampaikan imbauan melalui video berdurasi 1 menit 33 detik yang beredar di berbagai grup WhatsApp, Ahad (31/8/2025). Ia menekankan agar warga nahdliyin menyikapi situasi politik nasional dengan kepala dingin, santun, dan penuh kearifan.
“Indonesia negara demokrasi, kita boleh menyampaikan aspirasi. Namun jangan sampai dilakukan dengan cara anarkis, karena justru menimbulkan keresahan, termasuk di Kendal. Saya berharap Kendal tetap menjadi daerah yang tenang, aman, dan jauh dari gejolak,” pesannya.

Dukungan seruan damai juga datang dari Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kendal, Umar Kholil. Dalam forum rutin Naharul Ijtima’ di Masjid Darul Muttaqin, Kebondalem, ia mengingatkan warga agar tidak mudah terpancing isu-isu provokatif.
“Jangan mudah terprovokasi isu yang beredar. Mari satukan suara sesuai arahan PBNU dan ormas Islam yang sudah bersepakat bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Utamakan persatuan, jangan terjebak amarah sesaat yang bisa berujung perusakan fasilitas publik,” tegasnya.
Baik Muhammadiyah maupun NU Kendal menilai langkah preventif ini sangat penting, agar dinamika politik nasional tidak memantik keresahan di daerah. Pesan santun, damai, dan menahan diri diharapkan menjadi kunci agar Kendal tetap aman dan masyarakat dapat hidup rukun di tengah situasi politik yang memanas.

Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, Taufik Husain, menyampaikan surat edaran dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal. Dalam edaran tersebut ditegaskan, seluruh amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan harus tetap siaga menghadapi segala kemungkinan kondisi.
“Kami prihatin dengan situasi saat ini dan berharap semoga segera berlalu,” ungkapnya.
Taufik mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan Muhammadiyah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan, bekerja dengan ikhlas, dan senantiasa mengharap ridho Allah. Dengan sikap itu, Muhammadiyah diyakini dapat terus memberi kontribusi nyata dalam membantu bangsa mengatasi berbagai persoalan kesehatan. (fur)
