KENDAL.KENDALMU.OR.ID. Baitul Arqam (BA) di lingkungan Universitas Muhammadiyah memiliki berbagai manfaat yang signifikan, baik untuk pengembangan individu dosen, karyawan dan mahasiswa untuk kemajuan institusi secara keseluruhan.
Hal itu yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (Umkaba) melalui Peringatan Nuzuul Qur’an dan Baitul Arqam sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Melalui program ini, dosen, pegawai dan mahasiswa Umkaba diajarkan tentang pentingnya kebajikan, perbuatan baik, dan berperan penting dalam membentuk etos kerja berkarakter Muhammadiyah yang tidak hanya fokus pada pencapaian materi tetapi juga pada pengembangan moral dan spiritual individu.
Rektor Umkaba, Sri Rejeki mengatakan Baitul Arqam sebagai sarana penguatan ideologi Muhammadiyah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter Islami.

“Nilai-nilai ideologi Muhammadiyah dalam kehidupan di kampus dan masyarakat adalah proses penanaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai dasar Muhammadiyah secara mendalam sehingga menjadi bagian dari pola pikir, sikap, dan perilaku individu maupun komunitas,” kata Sri Rejeki ketika menyampaikan kata sambutan pembukaan Baitul Arqam di hadapan 67 peserta, Rabu (18/3/2025) di aula dasar Umkaba.
Dia menjelaskan, Internalisasi nilai-nilai Muhammadiyah bertujuan untuk membentuk individu yang memiliki identitas keislaman yang kuat, baik dalam aspek aqidah, syariah, maupun akhlak. Hal ini diwujudkan melalui pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta praktik ibadah yang konsisten.
“Nilai-nilai Muhammadiyah seperti amar ma’ruf nahi munkar, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial diinternalisasi untuk membentuk karakter religius yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari di kampus maupun masyarakat,” terangnya.
Rektor Umkaba berharap BA mampu menjadikan individu di kampus Muhammadiyah tidak hanya menjadi insan akademis tetapi juga agen perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
BA berlangsung sehari penuh yang menghadirkan empat nara sumber, yakni Widyawiswara Nasional, Slamet Mulyono menyampaikan tentang mindset dan peduli semangat kerja, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Prof. Rozikhan dengan materi Karakter Pribadi Muhammadiyah, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kendal, Shodiq Purwanto tentang sepak terjang Muhammadiyah, dan Dosen, Mardhiyah dengan materi Character Building Muhammadiyah.

Slamet Mulyono dalam materinya menyampaikan peduli dan semangat bekerja merujuk pada pola pikir yang mengedepankan kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan sekitar, serta dorongan untuk berkontribusi secara aktif melalui kerja keras dan dedikasi.
Menurutnya, Individu dengan mindset yang peduli memiliki empati dan perhatian terhadap kebutuhan orang lain.
“Mereka memahami pentingnya bekerja sama dan membantu sesama, baik dalam konteks pribadi maupun profesional,” ujar Slamet.
Sementara itu Wakil Ketua PWM Jateng, Prof Rozikhan menyampaikan karakter pribadi Muhammadiyah mencerminkan nilai-nilai dan prinsip yang dijunjung tinggi oleh anggota Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.
“Anggota Muhammadiyah memiliki akidah yang kuat dan murni, berpegang teguh pada tauhid dan menjauhi praktik syirik serta hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam,” tegas Prof Rozikhan.
Menurutnya, karakter ini mencakup pemahaman yang progresif terhadap Islam, mengedepankan pembaruan (tajdid) dan penerapan ajaran Islam dalam konteks modern.
Dalam kontek pendidikan tinggi Muhammadiyah, Prof Rozikhan anggota Muhammadiyah dikenal memiliki semangat kerja yang tinggi, disiplin, dan produktif.
“Mereka berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam setiap kegiatan, baik akademis maupun sosial,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Ketua PDM Kendal, Shodiq Purwanto mengungkap sepak terjang Muhammadiyah melalui para tokoh seperti almarhum Prof Dailamy, dan Ketum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir yang semakin membuat peserta terharu atas perjuangan pendahulu/founding fathers Muhammadiyah.
Shodiq menyebut Prof Haedar Nashir, tokoh dan Ketum PP Muhammadiyah perjuangannya luar biasa dalam memimpin persyarikatan.
“Kita patut bangga memiliki beliau, dan kita masih jauh jika dibandingkan dengan perjuangannya,” ujar Shodiq.
Dia juga menyebut jasa almarhum Prof Dailamy yang pernah memimpin Sekolah Tingg Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kendal memberi spirit kita dalam mengabdi di lingkungan pendidikan tinggi Muhammadiyah.
“Kita sudah tepat berada di Amal Usaha Muhammadiyah, karena rujukan Muhammadiyah adalah Qur’an dan Hadits. Oleh karena itu apa lagi yang akan kita cari kalau rujukannya sudah tepat, mana lagi yang lebih baik dari itu,” ucap Shodiq menirukan perkataan almarhum Prof Daelamy.

Materi terakhir disampaikan oleh Mardhiyah, menyampaikan membangun pribadi Muhammadiyah.
Dikatakan, pribadi Muhammadiyah tidak mengedepankan menuntut hak, tetapi kewajiban yang harus ditunaikan sebaik-baiknya, memiliki jiwa ikhlas, rela berjuang tanpa menuntut hak.
“Hal ini penting, karena para pengurus Muhammadiyah dan pimpinan lembaga tentu tahu bagaimana dan kapan memberikan hak tanpa harus dituntut,” katanya.
Peserta semakin bersemangat, karena pemateri memberikan doorprize setiap kali peserta bertanya atau menjawab pertanyaan. (teguh)
Kontributor : Teguh Anindito
Editor : Abdul Ghofur
