KENDAL.KENDALMU.OR.ID. Sebuah langkah besar dalam proses pengkaderan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tercatat di Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (Umkaba).
Tiga komisariat IMM, yakni Al-Fatih, Nyi Walidah, dan Rosyad Sholeh, sukses menyelenggarakan kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) kolosal sebagai gerbang awal pembentukan kader IMM, yang berlangsung selama tiga hari, Jumat–Ahad (18–20 Juli 2025).
Kegiatan yang digelar di Gedung PDM Kendal dan Kampus Utama Umkaba ini diikuti 98 peserta lintas fakultas: Fakultas Kesehatan, Fakultas Agama Islam, dan Fakultas Keguruan. Dengan mengusung tema besar “Revitalisasi Spirit Ke-IMM-an dalam Konteks Keindonesiaan”, DAD menjadi ruang penyemaian semangat, intelektualitas, dan ideologi mahasiswa Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.
DAD secara resmi dibuka oleh Ketua Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Umkaba, Teguh Anindito, yang menegaskan pentingnya DAD sebagai wahana pembentukan jiwa kader IMM yang Qurani, tajdid, dan siap mengabdi.
“Mahasiswa Muhammadiyah bukan hanya tahu tentang Muhammadiyah, tapi menjadi bagian darinya. Menjadi pribadi yang berpikir tajdid, berakhlak Qurani, dan siap mengabdi,” tegas Teguh.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa Muhammadiyah sejatinya membawa identitas ideologis: bukan hanya pencari ilmu, tapi juga kader umat dan kader Persyarikatan.

Teguh berharap DAD melahirkan pribadi yang tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berakhlak, peduli, dan berjiwa sosial.
Senada dengan itu, Ketua Umum PC IMM Kabupaten Kendal, Naufal Abdul Afif, menyebut DAD sebagai pintu gerbang awal pengkaderan formal dalam IMM.
Naufal menekankan bahwa IMM bukan hanya organisasi mahasiswa biasa, melainkan gerakan ideologis yang progresif dan transformatif.
“Kader IMM dibentuk untuk berpikir, bergerak, dan mengabdi—bukan hanya sekadar kuliah dan lulus. IMM adalah jalan pengabdian, bukan sekadar tempat singgah,” ujarnya penuh semangat.
Ia berharap DAD menjadi ruang lahirnya kader-kader yang memahami, mencintai, dan memperjuangkan IMM dengan kesadaran penuh dan keikhlasan hati.
Kegiatan DAD kolosal ini pun menghadirkan pemateri yang berkompeten di bidangnya. Dalam sesi Stadium General, hadir alumni DPD IMM Jawa Tengah, M. Taufiq Ulinnuha, yang menekankan pentingnya konsistensi ideologis dan keberpihakan IMM terhadap nilai-nilai transformatif dalam ajaran Islam berkemajuan.
Selanjutnya, materi Al Islam dan Risalah Islam Berkemajuan disampaikan oleh Ustadz Galuh Andi Luxmana; materi Ke-IMM-an oleh Sukma Dukturiyawati; Psikologi Mahasiswa oleh Dian Rakhmawati (Kepala SMP Muhammadiyah 6 Kendal); serta Gerakan Mahasiswa secara mendalam disampaikan oleh Danang Maulana.
Antusiasme peserta sangat terasa sepanjang kegiatan. Diskusi hangat, sesi refleksi, hingga kegiatan spiritual malam memperkuat suasana kebersamaan dan militansi kader.
DAD kali ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tapi juga ruang penempaan semangat, pemikiran, dan tekad kader Muhammadiyah muda.
Dengan selesainya DAD ini, tiga komisariat IMM Umkaba membuktikan bahwa kaderisasi adalah ruh pergerakan. Dan dari Kendal, para penggerak masa depan Persyarikatan dan bangsa mulai menapakkan jejaknya. (fahril)
Kontributor: Fahril Hidayat. Editor : Abdul Ghofur
