SERANG, KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah (PPNA) resmi membuka Tanwir II Nasyiatul ‘Aisyiyah periode 2022–2026 di Serang, Banten, Kamis (4/9/2025).
Agenda strategis ini menjadi ruang konsolidasi gerakan perempuan Muhammadiyah untuk memperkuat kontribusi nyata bagi peradaban.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, hadir langsung membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) memiliki kiprah panjang dalam menggerakkan perubahan, khususnya melalui semangat perempuan berkemajuan.
“Dengan kiprah panjangnya, NA telah berkontribusi besar dalam membangun peradaban. Saya yakin di masa mendatang, Nasyiatul ‘Aisyiyah akan semakin kokoh sebagai organisasi yang berilmu, berhikmat, dan berlandaskan iman serta takwa,” ujar Haedar sebagaimana dilansir laman muhammadiyah.or.id
Sementara itu, Ketua Umum PPNA, Ariati Dina Puspitasari, menekankan komitmen organisasinya untuk terus menghadirkan perubahan nyata di sisa periode kepemimpinan 2022–2026.
Ia menegaskan bahwa seluruh program akan berjalan sesuai amanat Muktamar ke-14 Nasyiatul ‘Aisyiyah.
“Tanwir kali ini mengusung tema ‘Memajukan Perempuan, Mengokohkan Peradaban’. Tema ini lahir dari kesadaran bahwa peradaban saat ini berada pada persimpangan arus digital dan ekologis,” jelas Ariati.
Lebih lanjut, ia menyebut berbagai paradigma baru seperti society 5.0, ekomodernisme, hingga ekosibilisasi, menuntut respons yang tepat dari NA.
“Semua itu harus dijawab dengan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Sebagai wujud nyata misi tersebut, PPNA meluncurkan program 100 Juta Green Nasiah, sebuah gerakan hijau (eco green) yang digerakkan secara masif di berbagai wilayah.
Selain itu, kajian ideologi akan terus diperkuat secara konsisten, sementara kolaborasi dengan berbagai mitra diperluas untuk memperbesar dampak gerakan NA.
Dengan langkah-langkah strategis itu, Tanwir II Nasyiatul ‘Aisyiyah diharapkan menjadi tonggak baru bagi perempuan berkemajuan dalam menghadapi tantangan zaman dan memperkokoh peradaban Islam yang mencerahkan.
