NGAMPEL.KENDALMU.OR.ID. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel, Kendal meluncurkan program inovatif bertajuk “Buku Tabungan Qurban Idul Adha” sebagai langkah nyata dalam memudahkan umat Islam menunaikan ibadah qurban secara terencana dan ringan di kantong.
Peluncuran tersebut berlangsung khidmat dalam suasana penuh semangat kebersamaan seusai pengajian Ahad Pagi Al-Ikhlas, Ahad (20/7/2025) di Aula Kecamatan Ngampel.
Simbolis launching dilakukan dengan penyerahan langsung Buku Tabungan Qurban oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Ustadz H. Muntoha kepada salah satu calon muqorib, M. Supri, yang kemudian diikuti dengan distribusi buku kepada para jamaah pengajian yang hadir.
Dalam sambutannya, Ustadz Muntoha menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiasi PCM Ngampel. Menurutnya, program ini menjadi bentuk ikhtiar nyata dalam membantu jamaah mewujudkan niat qurban tanpa harus terbebani pengeluaran besar secara mendadak menjelang Idul Adha.
“Ibadah qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego, keserakahan, dan melatih keikhlasan. Melalui program tabungan ini, kita belajar untuk sabar, disiplin, dan mencintai sesama. Ini adalah bentuk ibadah yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia berharap, manfaat qurban dari program ini tidak hanya dirasakan oleh para penabung, tetapi juga bisa menjangkau masyarakat luas, termasuk mereka yang tinggal di pelosok dan jarang menikmati daging qurban.
Ketua PCM Ngampel, Abdul Ghofur, menambahkan bahwa program ini lahir dari keprihatinan atas kondisi banyak umat Islam yang berniat qurban namun terhalang keterbatasan finansial.
“Harga kambing atau sapi yang harus dibayar sekaligus seringkali menjadi kendala. Maka, melalui buku tabungan qurban, beban itu kita pecah menjadi cicilan kecil yang lebih ringan dan terjangkau,” ujarnya.

Lebih dari sekadar menabung, ia menekankan bahwa program ini adalah gerakan ibadah yang terorganisir dan solutif.
Ia juga mengajak jamaah pengajian untuk mulai mempersiapkan qurban sejak jauh-jauh hari, dengan niat yang tulus dan langkah yang konsisten.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa berqurban itu bisa dimulai dari sekarang, tidak harus menunggu nanti. Sedikit demi sedikit, insyaAllah sampai,” tegasnya.
Salah satu penabung M. Supri, yang juga Sekretaris Majelis Tabligh PCM Ngampel, menyampaikan bahwa ia memaknai tabungan qurban ini sebagai bagian dari sunnah Nabi Ibrahim AS yang patut diteladani.
“Saya menabung qurban ini sebagai bentuk ikhtiar untuk menjalankan sunnah, dan semoga Allah menerima niat dan amal ini. Menabung juga melatih saya lebih bijak mengatur keuangan dan menomorsatukan ibadah,” tuturnya penuh harap.
Ia menambahkan bahwa qurban tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa peduli terhadap sesama, terlebih kepada mereka yang jarang merasakan daging segar saat hari raya.
PCM Ngampel telah mencetak sebanyak 50 buku tabungan qurban, dan hingga peluncuran hari ini, sebanyak 33 buku telah dibagikan kepada jamaah. Mekanisme tabungan pun dibuat sederhana dan fleksibel: para penabung diminta menyetorkan dana sesuai kemampuan mereka setiap pekan saat pengajian Ahad pagi. Dana dan buku dicatat dan dikumpulkan oleh petugas khusus. Setiap pekan keempat dalam sebulan, tabungan dievaluasi dan direkap untuk disetor ke Lazismu Daerah Kendal yang pada waktu bulan Dzulhijjah bisa diambil untuk dibelikan hewan qurban
Dengan semangat gotong royong, disiplin, dan keikhlasan, PCM Ngampel berikhtiar menjadikan tabungan qurban sebagai bagian dari gerakan ibadah yang dimulai dari hati.
Lewat langkah sederhana ini, mereka ingin menunjukkan bahwa siapapun bisa berqurban—asal ada niat, ada komitmen, dan ada sistem yang mendukung. Karena qurban bukan tentang siapa yang paling mampu, tapi siapa yang paling sungguh-sungguh mempersiapkannya. (rio)
Kontributor: Ario Bagus Pamungkas. Editor: Abdul Ghofur
