KALIWUNGU, KENDALMU.OR.ID – Semarak karnaval HUT ke-80 Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kecamatan Kaliwungu, Sabtu (30/8/2025), menjadi ajang unjuk kreasi pelajar dan masyarakat.
Salah satu penampilan yang berhasil menyedot perhatian ribuan penonton di sepanjang rute dari kompleks PT Texmaco Kaliwungu hingga Kantor Kecamatan adalah kontingen SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu.

Dengan melibatkan lebih dari 160 peserta didik, guru, dan karyawan, kontingen yang dipimpin oleh koordinator Zaky Arsyad tampil penuh semangat mengusung tema besar “80 Tahun Indonesia Merdeka: Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
Barisan kontingen dibuka dengan spanduk identitas yang dibawa tiga siswa, disusul pasukan Paskibra Satria Muda yang gagah berbaris.

Selanjutnya hadir tim pembawa gambar Garuda, foto Presiden dan Wakil Presiden, potret KH Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah, serta lambang Muhammadiyah yang diiringi bendera Ortom.
Deretan penampilan kemudian semakin memukau dengan kostum karnaval berwujud burung Garuda, tari Wira Pratiwi oleh 23 siswa, pasukan Hizbul Wathan, tim Tapak Suci Putra Muhammadiyah, hingga perwakilan siswa dari kelas program khusus, seperti Tahfidz, Multimedia, dan Sepak Bola.

Tak ketinggalan, tim fotografi sekolah dari kelas Multimedia turut mendokumentasikan setiap momen.
Puncak penampilan ditutup dengan sajian Tari Wira Pratiwi yang menghadirkan energi kepahlawanan sekaligus pesona keanggunan budaya Nusantara.
Koordinator karnaval, Zaky Arsyad, menegaskan bahwa setiap penampilan memiliki makna tersendiri. Tari Wira Pratiwi, menurutnya, adalah simbol kekuatan perempuan, keberanian, dan keteguhan hati dalam menjaga bangsa.

“Kehadiran Tari Wira Pratiwi bisa dimaknai sebagai kekuatan perempuan, keberanian, serta keanggunan budaya Nusantara yang ikut menjaga persatuan dan kebhinekaan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, tampilnya Leak dalam nuansa karnaval bukan sebagai simbol kegelapan, melainkan sebagai seni pertunjukan eksotis yang menegaskan keragaman budaya Indonesia.

“Leak melambangkan keberanian menghadapi ketakutan serta kekuatan tradisi yang diwariskan turun-temurun,” terang Zaky.
Adapun Garuda, lanjutnya, diposisikan sebagai lambang negara yang penuh makna: kekuatan, keberanian, persatuan, dan identitas bangsa.

“Garuda adalah simbol kebanggaan nasional dan semangat kemerdekaan yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Zaky berharap, dengan memadukan ketiga simbol itu—Wira Pratiwi, Leak, dan Garuda—pesan yang tersampaikan jelas: Indonesia membutuhkan keberanian dan ketangguhan, kesadaran untuk mengendalikan sisi gelap, serta semangat persatuan yang kokoh demi kejayaan bangsa.
