BOJA, KENDALMU.OR.ID – Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan lima siswa SMK Muhammadiyah 2 (Muha) Boja, Kendal, dalam ajang Garena Youth Championship (GYC) Free Fire 2025 Regional Pekalongan.
Tim yang beranggotakan Fajar Suliatiyanto (XII TAV), Yunida Sayen Raharja (XII TKR), Razik Mihwal Abi Faris (XI TKJ), Pradipta Dewangga (XI TKJ), dan Ananda Dwi Saputra (X TSM) itu sukses meraih juara 2 tingkat nasional pada turnamen yang digelar 10 Agustus 2025.
Garena Youth Championship (GYC) merupakan turnamen esports Free Fire yang dirancang khusus untuk pelajar SMP dan SMA/sederajat se-Indonesia. Kompetisi ini merupakan bagian dari program Garena Goes to School yang bertujuan mendorong pemberdayaan positif melalui esports di kalangan pelajar.
Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja Bidang Kesiswaan, Tugiman, melalui salah satu guru produktif, Mahendra Eka Awantara, menyampaikan bahwa keikutsertaan kelima siswa tersebut murni atas inisiatif mereka sendiri.
“Pihak sekolah hanya memfasilitasi administrasi, seperti surat tugas untuk pendaftaran dan biaya transportasi. Selama lomba berlangsung, tidak ada pendampingan dari pihak sekolah,” terang Mahendra kepada kendalmu.or.id, Jumat (22/8/2025).
Meski berasal dari jurusan yang berbeda, kelima siswa tersebut dipersatukan oleh hobi yang sama, yakni bermain game Garena Free Fire.
Bagi mereka, aktivitas ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana mengasah keterampilan, melatih strategi, hingga menumbuhkan kerja sama tim. Hasil yang mereka capai pun diakui sangat membanggakan.
Mahendra pun menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi tinggi atas prestasi anak didiknya itu.
“Selamat atas prestasi yang kalian raih sebagai juara 2 dalam turnamen Free Fire. Kemenangan ini membuktikan bahwa kalian mampu berkompetisi, bekerja sama, dan menunjukkan bakat di bidang e-sport,” ungkapnya.
Menurut Mahendra, capaian tersebut bukan sekadar hasil bermain game, tetapi buah dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan tim. Nilai-nilai itu, lanjutnya, akan sangat berguna dalam kehidupan nyata maupun dunia kerja.
“Kemenangan bukan hanya hasil dari bermain, tetapi buah dari strategi, disiplin, dan kerja sama. Inilah keterampilan yang sangat bermanfaat bagi masa depan,” tambahnya.
Ia juga berpesan agar e-sport tidak hanya dijadikan hobi, tetapi bisa diarahkan menjadi peluang yang lebih besar.
“Jadikan e-sport bukan sekadar hiburan, tetapi juga peluang. Banyak anak muda yang sukses di dunia e-sport karena mampu menjaga etika, sportivitas, dan fokus pada tujuan jangka panjang,” pungkasnya.
