KENDAL, KENDALMU.OR.ID — Ribuan jamaah Muhammadiyah memadati halaman Stadion Utama Kendal untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026). Sejak pagi, suasana penuh suka cita terlihat saat umat merayakan hari kemenangan usai sebulan menjalankan ibadah Ramadan.
Jamaah dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga lansia, bahkan penyandang disabilitas, tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah hingga tuntas.
Salat Id berlangsung khidmat dan dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan Ustadz Muhammad Isa Anshory, anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.
Dalam khutbah bertema “Transformasi Pribadi Menuju Kemenangan yang Hakiki”, khatib menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai utama yang diperoleh selama Ramadan.

Ia menyebut ada empat hikmah utama yang harus dirawat secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadan telah melatih kita dengan tauhid yang murni, kepedulian melalui infak, ketenangan lewat dzikir dan Al-Qur’an, serta kekuatan melalui salat. Rawat dan istiqomahkan itu semua hingga kita kembali kepada Allah SWT,” tegasnya di hadapan ribuan jamaah.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Kendal, Ahmad Sholeh, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini tersebar di sekitar 30 titik di wilayah Kabupaten Kendal, baik di lapangan terbuka maupun masjid.
Khusus di Stadion Utama Kendal, jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai 4.000 orang.
“Momentum Idulfitri ini diharapkan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjadi ajang saling memaafkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kendal, Ustadz Bayu, menegaskan bahwa pesan utama khutbah adalah menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan berakhir.
Ia mengingatkan agar semangat ibadah tidak menurun setelah bulan suci berlalu.

“Pesan khatib sangat jelas, setelah Ramadan kita harus tetap istiqomah meningkatkan kualitas ibadah, baik salat, dzikir, sedekah, maupun amalan lainnya,” katanya.
Pelaksanaan Salat Id di Stadion Utama Kendal berjalan lancar dan tertib.
Panitia pelaksana bekerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI untuk memastikan keamanan serta kelancaran kegiatan, mulai dari pengaturan arus jamaah hingga penataan lokasi ibadah.
Dengan cuaca yang cerah dan suasana yang penuh kehangatan, rangkaian ibadah berlangsung hingga doa penutup.
Momentum Idulfitri ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk tidak hanya kembali suci, tetapi juga mempertahankan kualitas keimanan, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. (faiz)
