TANGERANG, KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali menggelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi bagi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Zona II atau wilayah bagian barat.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Jumat–Ahad (29–31/8/2025), bertempat di Hotel Narita, Tangerang, Banten.
Pelatihan bertema “Membangun Reputasi Muhammadiyah Berbasis Nilai dan Kinerja” ini diselenggarakan oleh Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) bekerja sama dengan Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum (BKPU) PP Muhammadiyah.
Sejumlah pimpinan hadir sebagai peserta, termasuk dari PWM Jawa Tengah, yakni Sekretaris PWM Jateng Dodok Sartono, Sekretaris Kantor PWM Jateng Ikhwanushoffa, serta Kepala Bagian Medkom PWM Jateng M. Taufiq Ulinuha.
Dilansir dari laman pwmjateng.com, Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti menegaskan bahwa menjaga reputasi organisasi adalah kewajiban seluruh pimpinan dan anggota di semua tingkatan.
“Reputasi Muhammadiyah terbukti dengan keberhasilan mendirikan sekolah di Australia dan perguruan tinggi di Malaysia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, reputasi persyarikatan juga terlihat dari perkembangan amal usaha Muhammadiyah (AUM) di tanah air yang terus tumbuh, baik secara kuantitas maupun kualitas. “Amal usaha kita semakin berkembang melayani umat,” katanya.
Menurut Sayuti, sejak awal berdiri, KH Ahmad Dahlan telah menekankan pentingnya organisasi yang rapi dan terstruktur.
“Inilah kunci keberhasilan Muhammadiyah hingga bisa bertahan dan berkembang sampai sekarang,” tegasnya.
Sayuti mengingatkan bahwa di era digital, setiap kegiatan Muhammadiyah perlu dikelola dengan baik sekaligus disyiarkan secara masif melalui berbagai kanal media.
Ia menekankan, jangan sampai ada ranting atau amal usaha Muhammadiyah yang berhenti atau tutup karena abai dalam mengelola reputasi.
Khusus untuk PWM Jawa Tengah, ia mendorong agar setelah pelatihan ini, mereka dapat menyelenggarakan pelatihan serupa di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Tengah.
“PWM Jawa Tengah bisa menjadi role model PP Muhammadiyah dalam reformasi organisasi,” ujarnya
Selama tiga hari penuh, para peserta mendapatkan materi mengenai strategi pengelolaan informasi, manajemen komunikasi digital, serta cara menjaga reputasi organisasi di tengah derasnya arus disrupsi teknologi.
Tujuan utama pelatihan ini adalah agar pimpinan wilayah Muhammadiyah mampu menghadapi tantangan era digital dengan tetap menjaga nilai-nilai dasar persyarikatan.
Dengan begitu, reputasi Muhammadiyah bukan hanya terjaga, tetapi juga semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
