GEMUH, KENDALMU.OR.ID – Dunia politik Kabupaten Kendal berduka mendalam. Wakil Ketua DPRD Kendal sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kendal, H. Akhmat Suyuti, meninggal dunia pada Jumat pagi (6/2/2026).
Kepergian politisi lima periode ini mengguncang parlemen daerah, pemerintahan, partai politik, hingga masyarakat luas. Kendal resmi kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah politik lokal.
Kabar wafatnya Akhmat Suyuti menyebar cepat dan langsung memicu gelombang duka dari berbagai elemen. Almarhum dikenal sebagai figur senior yang konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat melalui jalur legislatif.
Selama lima periode berturut-turut mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 5, ia membangun reputasi sebagai legislator tegas, bersih, dan menjunjung tinggi etika politik.
Dedikasi panjang tersebut menjadikan Akhmat Suyuti sosok yang disegani lintas fraksi dan lintas generasi. Ia kerap tampil sebagai penengah dalam dinamika politik daerah dan menjadi rujukan utama bagi politisi muda.
Kiprahnya tidak hanya membesarkan PDI Perjuangan, tetapi juga memperkuat wibawa DPRD Kendal sebagai lembaga wakil rakyat.
Jenazah almarhum dimakamkan pada Jumat (6/2/2026) pukul 09.00 WIB.
Sejumlah pejabat daerah, pimpinan partai, anggota DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga warga diperkirakan memadati prosesi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Akhmat Suyuti. Ia menegaskan bahwa almarhum merupakan mitra strategis pemerintah daerah.
“Kami kehilangan sosok legislator yang jujur, kritis, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Pak Haji Akhmat Suyuti adalah partner penting dalam membangun Kendal. Dedikasi beliau tidak akan tergantikan,” tegas Bupati.
Ia juga menyebut bahwa almarhum berperan besar dalam mengawal berbagai program pembangunan daerah.
“Beliau selalu mengedepankan dialog dan solusi. Banyak kebijakan daerah lahir dari diskusi bersama beliau,” tambahnya.
Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, kembali menegaskan besarnya kehilangan lembaga legislatif atas wafatnya tokoh senior tersebut.
“Beliau adalah guru politik bagi kami semua. Ketegasan, kedisiplinan, dan komitmennya terhadap rakyat menjadi teladan nyata bagi anggota DPRD,” ujar Mahfud.
Sementara itu, kolega almarhum dari Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno, yang juga rekan seperjuangan sejak awal reformasi, menyebut Akhmat Suyuti sebagai figur pejuang sejati.
“Sejak awal beliau tidak pernah berubah. Konsisten membela wong cilik, berani bersuara, dan tidak tergoda kepentingan pribadi. Kendal kehilangan tokoh besar,” tegas Sutrisno.
Ucapan belasungkawa juga datang dari kalangan jurnalis. Ketua Forum Wartawan Kendal (Forwaken), Iswahyudi, menilai almarhum sebagai politisi yang menghargai demokrasi dan kebebasan pers.
“Beliau selalu membuka ruang komunikasi. Kritik tidak pernah dianggap sebagai musuh. Sosok seperti ini sangat langka di dunia politik,” katanya.
Menurut Iswahyudi, wafatnya Akhmat Suyuti merupakan kehilangan besar bagi demokrasi lokal.
“Beliau adalah contoh politisi yang dewasa dan berintegritas,” imbuhnya.
Kepergian Akhmat Suyuti menandai berakhirnya satu era penting dalam perjalanan politik Kendal. Jejak pengabdian, keberanian bersikap, dan komitmennya terhadap rakyat akan terus dikenang sebagai warisan moral bagi generasi penerus di parlemen dan pemerintahan daerah. (fur)
