KALIWUNGU.KENDALMU.OR.ID. Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RSU Muhammadiyah Darul Istiqomah (RSDI) Kendal menggelar acara promosi kesehatan tentang tuberkulosis paru.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka hari PPNI ke 51 (1974-2025) yang jatuh hari Senin 17 Maret 2025 mengusung tema “Perawat Kuat Bersinergi Membangun Bangsa”,
Manajer Keperawatan RSDI Kendal, Mahzunatul Aini, menyampaikan ucapan selamat atas Hari PPNI ke-51 dan berharap agar organisasi profesi perawat ini semakin maju dan berkembang.
Dikatakan promosi kesehatan tuberkulosis paru sangat signifikan, mengingat TBC merupakan salah satu penyakit menular yang paling mematikan di dunia.

“Promosi kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TBC, termasuk cara penularan, gejala, dan pentingnya pengobatan yang tepat,” kata Aini, di aula Poliklinik RSDI Kendal, Senin (17/3/2025).
Dia berharap, di hari PPNI ke 51 masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai TBC, termasuk cara penularan, gejala, dan pentingnya pengobatan.
“Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat diharapkan dapat mengenali gejala lebih awal dan mencari perawatan yang diperlukan,” harapnya.
Senada dengan Aini, Ketua DPK PPNI RSDI Kendal, Sadida Aprisono, berharap semangat kebersamaan dan profesional perawat terus ditingkatkan.
Dikatakan, promosi kesehatan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab individu atau satu lembaga, tetapi memerlukan kerja sama antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, masyarakat, dan sektor kesehatan.

“Dalam promosi kesehatan TBC, kader kesehatan berperan sebagai agen perubahan yang dapat mendidik masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC,” kata Sadida.
Melalui hari PPNI ke 51 seluruh perawat, pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam program-program kesehatan.
Sedangkan Ketua Komite Keperawatan RSDI Kaliwungu, Rahmaningtyas menyampaikan pentingnya masyarakat semangat mengetahui tuberkulosis paru, mulai dari penyebab, gejala, pencegahan, hingga pengobatan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi dengan narasumber.
“Semangat kebersamaan juga mencakup upaya untuk menyebarkan informasi yang akurat tentang TBC, termasuk cara penularan, gejala, dan pentingnya pengobatan,” kata Tyas.
Diharapkan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tuberkulosis paru dan pentingnya pencegahan serta pengobatan yang tepat. (rif)
Kontributor : Muhammad Afif Arif
Editor : Abdul Ghofur
