NGAMPEL, KENDALMU.OR.ID — Pengajian Ahad Pagi yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel di Aula Kecamatan Ngampel, Ahad (15/3/2026), menjadi pengingat kuat bagi jamaah tentang panjangnya perjalanan hidup manusia dari alam kandungan hingga kehidupan akhirat.
Kajian yang diikuti anggota Muhammadiyah dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) itu menegaskan bahwa hidup di dunia hanyalah satu tahap kecil dalam rangkaian perjalanan menuju pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Materi pengajian disampaikan oleh Ustadz M. Supri dengan tema Tahapan Kehidupan Manusia.
Dalam kajiannya, ia merujuk pada buku Kumpulan Tahapan Kehidupan karya Ustadz Ahmad Subhan Darussalam untuk menjelaskan fase-fase kehidupan manusia menurut ajaran Islam.

Menurut Supri, perjalanan hidup manusia dimulai sejak dalam kandungan.
Ia menjelaskan bahwa proses penciptaan manusia berlangsung secara bertahap sebagaimana dijelaskan dalam hadits, yakni 40 hari pertama berupa cairan, 40 hari berikutnya menjadi segumpal darah, dan 40 hari selanjutnya menjadi segumpal daging sebelum akhirnya ditiupkan ruh oleh Allah SWT.
Meski takdir manusia telah ditetapkan, ia menegaskan bahwa manusia tetap harus berikhtiar menjalani kehidupan, termasuk menjaga kesehatan sejak masa kehamilan.
“Takdir memang di tangan Allah, tetapi manusia tetap wajib berusaha. Menjaga kesehatan ibu hamil, memeriksakan kandungan secara rutin, itu bagian dari ikhtiar yang diperintahkan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau warga Muhammadiyah untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang dimiliki Persyarikatan.
Menurutnya, rumah sakit Muhammadiyah telah memiliki layanan medis yang memadai untuk membantu masyarakat.
“Rumah sakit Muhammadiyah sudah lengkap. Sebagai anggota, kita seharusnya memanfaatkan fasilitas itu untuk menjaga kesehatan keluarga,” ujarnya.

Setelah manusia lahir, lanjut Supri, bayi dianjurkan untuk dikumandangkan adzan sebagai pengenalan pertama kepada Allah SWT.
Selanjutnya manusia menjalani kehidupan di dunia dengan tujuan utama beribadah kepada-Nya.
Ia mengutip Al-Qur’an Surat Az-Zariyat ayat 56 yang menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah, serta Surat Al-Mu’min ayat 115 yang mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak diciptakan dengan sia-sia.
Setelah kehidupan dunia berakhir, manusia akan memasuki alam kubur yang termasuk perkara ghaib.
Dari sana, manusia akan melewati berbagai tahapan menuju akhirat, seperti peniupan sangkakala, kebangkitan dari kubur, berkumpul di Padang Mahsyar, hingga perhitungan amal pada Yaumul Hisab.
“Seluruh tahapan itu adalah proses pertanggungjawaban manusia atas apa yang dikerjakan selama hidup di dunia,” tegas Supri.
Melalui pengajian tersebut, jamaah diharapkan semakin meningkatkan keimanan, memperbanyak amal ibadah, sertaterus mengikuti kegiatan pengajian sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.(rio)
