BOJA, KENDALMU.OR.ID – Ahad pagi (5/10/2025), halaman Panti Asuhan Yatim (PAY) Sholahudin Al Ayyubi, Tampingan, Boja, dipadati jamaah yang menghadiri pengajian umum yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boja.
Acara ini menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Moh. Ali Satiran, dengan tema “Perbuatan Taghut dalam Kehidupan”.
Dalam penyampaiannya, Moh. Ali Satiran menegaskan bahwa taghut dan musyrik bukanlah persoalan teoretis semata, melainkan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, maupun berwarganegara.
“Segala bentuk kebahagiaan itu berasal dari hati. Pemilik hati kita adalah Allah. Maka yang wajib kita sembah hanyalah Allah Ta’ala. Salah satu hal penting yang harus dilakukan seorang mukmin adalah menghindari musyrik dan segala bentuk taghut,” ujarnya di hadapan jamaah.
Beliau mengutip firman Allah dalam QS. Az-Zumar ayat 17:
وَالَّذِيْنَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوْتَ اَنْ يَّعْبُدُوْهَا وَاَنَابُوْٓا اِلَى اللّٰهِ لَهُمُ الْبُشْرٰىۚ فَبَشِّرْ عِبَادِۙ ١٧
Artinya : “Orang-orang yang menjauhi Taghut, (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali (tobat) kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku.”

Menurutnya, janji Allah ini menjadi kabar gembira bagi mereka yang berkomitmen menjaga tauhid dan menjauhkan diri dari perilaku menyekutukan-Nya.
“Orang yang menjauhi taghut akan mendapatkan ampunan dan surga dari Allah SWT. Inilah kebahagiaan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Pengajian yang berlangsung khidmat ini juga menjadi ajang silaturahmi dan dakwah pencerahan Muhammadiyah bagi masyarakat.
Selain menyerap ilmu, jamaah juga diajak untuk berpartisipasi dalam amal jariah melalui infak dan sedekah yang diperuntukkan bagi pengembangan panti asuhan serta kegiatan keumatan.
Ketua PCM Boja, Abdul Jalal dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk terus menghadirkan dakwah Islam berkemajuan yang membumi dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pengajian ini bukan sekadar menambah wawasan keislaman, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan umat. Ilmu dan amal harus berjalan seiring, sehingga masyarakat merasakan manfaat langsung,” jelasnya.
Suasana pagi yang sejuk di halaman PAY Sholahudin Al Ayyubi menambah kekhusyukan jamaah dalam menyimak kajian. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar, tokoh agama, hingga wali asuh panti, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat.
Pengajian diakhiri dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah diberi kekuatan untuk menjauhi segala bentuk taghut, memperkuat tauhid, serta menjadikan dakwah Muhammadiyah sebagai jalan meraih keberkahan hidup. (riska)
Kontributor : Riska Dwijayanti
